Bisnis Indonesia 20 Desember, Seksi Industri: Aspek Teknis Lampu LED Diutamakan

Berikut ringkasan headlines Bisnis Indonesia edisi cetak Selasa, 20 Desember 2016. Seksi Industri, aspek teknis lampu LED diutamakan.
Priyo Susilo | 20 Desember 2016 05:57 WIB
Bisnis Indonesia cetak Edisi Selasa 20 Desember 2016 Seksi Industri - epaper.bisnis.com

Bisnis.com, JAKARTA - Berikut ringkasan headlines Bisnis Indonesia edisi cetak Selasa, 20 Desember 2016. Untuk menyimak lebih lanjut, silakan kunjungi http://epaper.bisnis.com/

Seksi Industri

Hal 25. SPESIFIKASI LAMPU LED ; Aspek Teknis Diutamakan

Kementerian Perindustrian memprioritaskan pengaturan spesifikasi teknis untuk lampu LED ketimbang memaksakan penerapan SNI wajib karena industri dinilai belum siap.

Hal 26. MINYAK GORENG WAJIB KEMASAN ; Industri Siapkan Usulan Peta Jalan

Pelaku industri tengah menyiapkan sejumlah usulan yang akan dituangkan dalam peta jalan (roadmap) industri minyak goreng di Tanah Air, menyusul rencana kebijakan minyak goreng wajib kemasan mulai 2017.

 Hal 27. HUNIAN VERTIKAL DI LAHAN PT KAI ; Harapan Baru Kaum Komuter

Jika bukan karena terpaksa, tampaknya tidak ada pekerja di Jakarta yang ingin menghabiskan banyak waktu, biaya dan tenaga untuk transportasi antara tempat kerja dan huniannya. Namun, nyatanya lokasi hunian yang terjangkau kian jauh dan berada di luar Jakarta.

Hal 28. PELABUHAN BARU ; Patimban Diharap Dukung Otomotif

Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia berharap terminal kendaraan di Pelabuhan Patimban, Subang, Jawa Barat bisa mendukung industri otomotif.

Hal 29. OVERLAY SOEKARNO-HATTA ; Otoritas Tolak Izin Terbang Empat Maskapai Asing

Kementerian Perhubungan menolak izin penerbangan dari sejumlah maskapai niaga asing menyusul adanya pekerjaan pelapisan aspal landas pacu Bandara Soekarno-Hatta Cengkareng.

Hal 30. KONTRAK BAGI HASIL MIGAS ; Gross Split Lebih Berkeadilan

Pemerintah menilai kontrak bagi hasil gross split akan memberikan keadilan bagi pemerintah dan kontraktor minyak dan gas bumi dibandingkan dengan skema pengembalian biaya operasi atau cost recovery.

Hal 31. PRODUKTIVITAS RENDAH ; Holding Perkebunan ‘Memerah’

PT Perkebunan Nusantara III, induk usaha badan usaha milik negara sektor perkebunan, mencatatkan kerugian Rp226 miliar pada tahun ini turun dibandingkan dengan kinerja tahun lalu yang ‘memerah’ Rp613 miliar.

Hal 32. KENDARAAN KOMERSIAL ; Pasar Truk Masih Redup

Kinerja penjualan truk selama Januari sampai November tahun ini mencapai 61.944 unit, melemah 12,52% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu sebanyak 70.814 unit.

Pantau terus perkembangan Real Count KPU Pilpres 2019, di sini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
headlines bisnis indonesia, Bisnis Indonesia 30 Tahun

Editor : M. Syahran W. Lubis

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top