Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Tentara Libya Bebaskan 14 dari ISIS

Tentara Libya dalam upaya terakhir mengambil alih Sirte dari IS selama enam bulan terakhir mengaku telah membebaskan 14 warga dari tahanan milik pegaris keras itu di sebuah pemukiman, Minggu (6/11/2016).
Martin Sihombing
Martin Sihombing - Bisnis.com 07 November 2016  |  14:49 WIB
Tentara Libya Bebaskan 14 dari ISIS
Pasukan Libya beraliansi dengan pemerintah yang didukung oleh PBB menembakkan roket ke posisi pejuang ISIS di Sirte, Libya, Kamis (4/8/2016). - Reuters

Bisnis.com, MISRATA -  Tentara Libya dalam upaya terakhir mengambil alih Sirte dari IS selama enam bulan terakhir mengaku telah membebaskan 14 warga dari tahanan milik pegaris keras itu di sebuah pemukiman, Minggu (6/11/2016).

Pasukan itu yang sebagian besar berasal dari Misrata mengatakan mereka berusaha memperkecil jumlah korban dari warga sipil yang diduga masih ditawan IS.

IS mengambil alih Sirte, kota berpenduduk 80 ribu jiwa awal 2015 lalu. Jika kalah, IS tak akan memiliki wilayah kekuasaan di Libya.

Pasukan Libya masih memantau sejumlah anggota pegaris keras di Sirte, khususnya pemukiman Ghiza Bahriya.

Sebagian besar warga yang meninggalkan wilayah itu, Minggu, adalah anak-anak dan perempuan, kata biro media operasi militer Misrata.

Mereka adalah kelompok warga terakhir yang melarikan diri atau dibebaskan. Anak-anak dan perempuan itu sebelumnya diculik IS saat ingin mengungsi dari Libya menuju Eropa.

Belum ada aksi perlawanan dari IS pada Minggu, kata juru bicara operasi militer Misrata.

Sejumlah saksi mengaku melihat tank besar dan senjata penyembur api disiagakan untuk melawan teroris tersebut.

Pasukan anti-IS di Sirte dibantu oleh pemerintah dukungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Tripoli, tetapi keputusan strategis dibuat oleh komandan militer lapangan, termasuk yang bertugas di Misrata.

Sejak 1 Agustus, mereka telah dibantu lebih dari 360 serangan udara Amerika Serikat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

libya ISIS

Sumber : ANTARA/REUTERS

Editor : Martin Sihombing

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top