PILPRES AS: FBI Didesak Ungkapkan Informasi Hubungan Trump-Rusia

Seorang asisten Hillary Clinton mendesak FBI untuk untuk mengungkap informasi yang dimiliki badan tersebut terkait hubungan antara Donald Trump dan Rusia.
Juli Etha Ramaida Manalu | 02 November 2016 10:48 WIB
Calon Presiden AS dari Partai Republi Donald Trump saat kampanye di Warren, Michigan AS. 31 Oktober 2016. - Reuters/Carlo Allegri

Kabar24.com, JAKARTA - Seorang asisten Hillary Clinton mendesak FBI untuk untuk mengungkap informasi yang dimiliki badan tersebut terkait hubungan antara Donald Trump dan Rusia.

Seperti dikutip dari Reuters, Rabu (2/11/2016) asisten Hillary yang tidak disebutkan namanya tersebut menuduh bahwa institusi itu bersikap tidak adil dengan mempublikasikan penyelidikannya terkait email Clinton sementara tetap bungkam terkait isu mengenai calon presiden dari Partai Republik Donald Trump.

Dalam beberapa bulan terakhir, FBI mengadakan penyelidikan awal terkait dugaan adanya kesepakatan yang patut dipertanyakan antara Trump atau orang-orang di sekitarnya dengan Rusia atau pebisnis di sana.

Namun, sejauh ini, FBI belum menemukan bukti yang bisa digunakan untuk melaksanakan penyelidikan penuh.

Seminggu sebelum berlangsungnya pemilihan, tim kampanye Hillary Clinton mencoba untuk meredam dampak yang timbul akibat pengumuman yang disampaikan oleh Direktur FBI James Comey pada Jumat (30/10/2016) bahwa FBI saat ini sedang menyelidiki temuan sejumlah email baru yang mungkin ada hubungannya dengan penggunaan server pribadi ketika Hillary menjabat sebagai Menteri Luar Negeri.

Hillary menyuarakan keyakinannya bahwa FBI tidak akan menemukan suatu hal bermasalah terkait temuan terbaru tersebut.

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top