PILPRES AS: Hillary Clinton Unggul 5% Dari Trump

Calon presiden Amerika Serikat dari Partai Demokrat, Hillary Clinton, mengungguli perolehan suara calon presiden Partai Republik Donald Trump sebanyak 5%.
Martin Sihombing | 02 November 2016 02:50 WIB
Donald Trump berdiri tepat di belakang Hillary Clinton saat Hilllary menjawab pertanyaan audiens debat kedua calon presiden AS di St Louis. Trump terlihat membuntuti ke mana Hillary melangkah dan kerap dengan muka mengejek Hillary. - Reuters

Bisnis.com, NEW YORK -  Calon presiden Amerika Serikat dari Partai Demokrat, Hillary Clinton, mengungguli perolehan suara calon presiden Partai Republik Donald Trump sebanyak 5%.

Angka itu hanya turun sedikit sejak FBI pada pekan lalu menyampaikan sedang melakukan pemeriksaan baru surat elektronika dalam penyelidikan terhadap mantan menteri luar negeri AS itu.

Hal itu berdasarkan atas jajak pendapat dari Reuters/Ipsos, yang disiarkan pada Selasa.

Sebanyak 44 persen kemungkinan pemilih mengatakan akan mendukung Hillary, sementara 39 persen lagi mengatakan akan mendukung Trump, kata survai itu, yang dilakukan pada 26-30 Oktober.

Hillary sebelumnya unggul enam angka atas Trump dalam lima hari jajak pendapat pada Kamis.

Namun, jajak pendapat lain menunjukkan keunggulan Hillary tergelincir lebih tajam. Real Clear Politics, yang membuat rata-rata banyak dari hasil jajak pendapat utama, menunjukkan bahwa keunggulan Hillary telah menurun dari 4,6 poin pada Jumat menjadi 2,5 poin pada Senin.

Direktur FBI James Comey mengatakan kepada Kongres AS dalam surat, yang diumumkan pada Jumat, bahwa pihaknya mencari surat elektronika baru yang mungkin terkait dengan Hillary Clinton, yang telah diperiksa oleh FBI atas penggunaan server pribadinya dan cara dia menangani informasi rahasia ketika menjabat sebagai menlu AS.

FBI telah mengungkapkan sangat sedikit kepada masyarakat tentang surel baru dalam penyelidikan itu, kecuali informasi bahwa surel terbaru itu ditemukan selama penyelidikan atas kasus suami dari ajudan Hillary Clinton.

Pada Juli, Comey menyimpulkan bahwa Hillary dan stafnya telah "sangat ceroboh" dalam penanganan informasi rahasia, tetapi tidak ada cukup bukti untuk membawa tuntutan pidana.

Pada Jumat, Comey mengatakan kepada Kongres AS, "Kami tidak tahu seberapa signifikan kumpulan surel yang baru ditemukan ini".

Dalam jajak pendapat terpisah, yang mengikutsertakan capres alternatif, menunjukkan bahwa 43 persen mendukung Hillary Clinton, sementara 37 persen mendukung Trump, enam persen mendukung calon Libertarian Gary Johnson dan satu persen mendukung Jill Stein dari Partai Hijau.

Jajak pendapat menentukan orang-orang yang cenderung akan menjadi pemilih berdasarkan sejumlah faktor, termasuk riwayat voting, status pendaftaran dan pernyataan niat untuk memilih. Hasil jajak pendapat itu mengasumsikan bahwa 60 persen orang Amerika Serikat yang memenuhi syarat akan memilih. Hasil dari pemilu 2016 akan sangat bervariasi tergantung pada berapa banyak pemilih yang sebenarnya memberikan suara.

Pada saat ini, Hillary memimpin Trump di kedua skenario itu, baik dengan jumlah pemilih tinggi maupun rendah, kata jajak pendapat terbaru.

Keunggulan Hillary lima angka jika 55 persen pemilih memenuhi syarat berperan serta, dan naik ke enam angka jika 70 persen orang Amerika Serikat memberikan suara.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Hillary Clinton, pilpres as 2016

Sumber : ANTARA/REUTERS
Editor : Martin Sihombing

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top