Politisi Golkar Dorong Perempuan Terlibat Selenggarakan dan Awasi Pemilu

Politisi Partai Golkar Hetifah Sjaifudian mendorong adanya keterlibatan perempuan sebagai komisioner Komisi Pemilihan Umum dan Bawaslu.
Dewi Aminatuz Zuhriyah | 02 November 2016 10:09 WIB
Ilustrasi

Kabar24.com, JAKARTA - Politisi Partai Golkar Hetifah Sjaifudian mendorong adanya keterlibatan perempuan sebagai komisioner Komisi Pemilihan Umum dan Bawaslu.

Hal itu disampaikan Hetifah menanggapi isu keterwakilan perempuan dalam Pemilihan Umum, baik sebagai penyelenggara maupun calon anggota legislatif .

Dalam Undang-Undang kepemiluan sebelumnya, seperti UU No. 8 tahun 2012 tentang Pemilu Legislatif dan UU No. 15 tahun 2015 tentang Penyelenggara Pemilu telah mensyaratkan 30 keterwakilan perempuan baik caleg maupun komposisi penyelenggara Pemilu.

Sejak 25 September lalu, Pemerintah telah membuka pendaftaran calon komisioner KPU dan Bawaslu. Namun, hingga saat ini jumlah perempuan yang mendaftar masih dirasa kurang. Untuk calon komisioner Bawaslu misalnya, hingga tanggal 31 Oktober sudah ada 107 pendaftar dan 23 orang di antaranya adalah perempuan (32,1%). Sedangkan untuk KPU, dari 138 pendaftar, 42 orang di antaranya adalah perempuan (41,4%).

Oleh karenanya, anggota komisi II itu terus mendorong agar makin banyak lagi perempuan mendaftarkan diri menjadi komisioner KPU-Bawaslu.

“Masih ada waktu, karena penutupan pendaftaran tanggal 2 November. Saya mendorong perempuan-perempuan yang memiliki kualitas daftar seleksi KPU-Bawaslu,” kata Hetifah dalam siaran pers yang dikutip Bisnis, Rabu (2/11/2016).

Lebih lanjut, politisi Partai Golkar itu menilai, banyak sekali perempuan di berbagai daerah yang memiliki kualifikasi untuk menjadi komisioner KPU ataupun Bawaslu. Hetifah juga melihat banyak akademisi perempuan yang menaruh perhatian dan peduli masalah kepemiluan.

“Saya percaya banyak perempuan yang kompeten dan berpengalaman dalam hal kepemiluan. Saya sudah berkunjung ke beberapa KPUD maupun Panwaslu di berbagai wilayah di Indonesia. Saya melihat banyak komisioner perempuan yang hebat. Ini (perempuan) juga ada di LSM, Ormas, dan perguruan tinggi”, ujar Hetifah.

Hetifah sebelumnya sempat menyayangkan bahwa di antara sebelas tim seleksi KPU-Bawaslu, hanya ada satu orang perempuan, Valina Singka. Itulah sebabnya dalam seleksi KPU-Bawaslu kali ini Hetifah terus mendorong perempuan-perempuan berkualitas untuk maju.

"Saat ini dari 7 Komisioner KPU kan hanya satu perempuan, yaitu ibu Ida Budhiati," ujarnya.

 

Tag : pemilu
Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top