Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Bali Masih Miliki 6 Desa Tertinggal Tertinggal, 5 Desa Ada di Kintamani

Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa atau BPMPD Bali mendapati fakta masih ada 6 desa masuk kategori tertinggal di Pulau Dewata.
Feri Kristianto
Feri Kristianto - Bisnis.com 01 November 2016  |  02:30 WIB
Desa tertinggal - Ilustrasi/inspirasibangsa.com
Desa tertinggal - Ilustrasi/inspirasibangsa.com

Bisnis.com, DENPASAR-- Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa atau BPMPD Bali mendapati fakta masih ada 6 desa masuk kategori tertinggal di Pulau Dewata.

Ironisnya lagi, dari keenam desa tersebut, lima desa berlokasi di objek wisata terkenal di Bangli, yakni Kintamani. Kelima desa itu Mengnai, Binyan, Uliyan, Langgahan, dan Abuan. Adapun satu desa tertinggal lainnya berada di Kabupaten Buleleng tepatnya Desa Sepang Kelod Kecamatan Busungbiu.

Kepala BPMPD Bali Ketut Lihadnyana menyampaikan program Gerakan Pembangunan Desa Terpadu (Gerbangsadu)‎ akan dijadikan sebagai solusi desa tertinggal tersebut. Dia mengungkapkan faktor lokasi menjadi salah satu penyebab desa-desa itu ter

Ada 100 desa mandiri, 530 desa berkembang dan 6 desa tertinggal. Desa Mengnai kintamani, binyan kintamani, uliyan kintamani, langgahan kintamani, abuan kintamnai dan sepang Kelod busung biu.

"‎Kami melihat sejauh mana program ini mampu mengakses masyarakat miskin," tuturnya, Senin (31/10/2016).

Dia menegaskan semua pihak harus bantu-membantu mengangkat kategori desa tertinggal tersebut. Menurutnya, desa juga harus melakukan perubahan dengan membuat terobosan agar statusnya terangkat.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

dana desa desa tertinggal
Editor : Gita Arwana Cakti
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top