Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Trump Kritik Kebijakan Perdagangan Hillary Clinton

Calon presiden dari Partai Republik Donald Trump mengritik lawannya dari Partai Demokrat, Hillary Clinton, atas kebijakan perdagangannya, dengan mengatakan Hillary akan menangani perjanjian perdagangan dengan sangat buruk.
Martin Sihombing
Martin Sihombing - Bisnis.com 28 Oktober 2016  |  17:54 WIB
Calon presiden dari partai Republik Donald Trump berjabat tangan dengan calon presiden dari partai Demokrat Hillary Clinton di permulaan debat kepresidenan pertama mereka di Hofstra University di Hempstead, New York, Amerika Serikat, Senin (26/9/2016). - Reuters
Calon presiden dari partai Republik Donald Trump berjabat tangan dengan calon presiden dari partai Demokrat Hillary Clinton di permulaan debat kepresidenan pertama mereka di Hofstra University di Hempstead, New York, Amerika Serikat, Senin (26/9/2016). - Reuters

Bisnis.com, TOLEDO -  Calon presiden dari Partai Republik Donald Trump mengritik lawannya dari Partai Demokrat, Hillary Clinton, atas kebijakan perdagangannya, dengan mengatakan Hillary akan menangani perjanjian perdagangan dengan sangat buruk.

Untuk itu, kata Trump, Amerika Serikat seharusnya "membatalkan pemilihan umum" dan mengumumkan dia sebagai pemenang.

Saat berbicara kepada pendukungnya di Toledo, Ohio, Trump mengatakan Perjanjian Perdagangan Bebas Amerika Utara, yang ditandatangani suami Hillary, Presiden Bill Clinton, menyebabkan alih daya ribuan pekerjaan di Ohio ke Meksiko.

Trump bersumpah menghentikan praktik alih daya pekerjaan jika terpilih menjadi presiden AS pada 8 November.

"Kita hanya harus membatalkan pemilihan presiden dan memberikan kemenangan kepada Trump, kan? Bahkan, apa perlunya kita menjalankan pemilihan? Kebijakannya sangat buruk," kata Trump.

Trump mengatakan yakin Hillary akan berupaya meloloskan Kemitraan Trans Pasifik antara 12 negara, yakni kesepakatan perdagangan Asia, yang ditandatangani Presiden Barack Obama, yang sekarang masih ditentang Hillary.

Pernyataan Trump muncul setelah pengusaha New York itu mencoba untuk menstabilkan perolehan suaranya dalam jajak pendapat yang "berbatu", di tengah serangkaian kontroversi dan masalah yang muncul karena dirinya sendiri.

Trump berjuang menangani dampak dari penyiaran video 2005 berjudul "Access Hollywood" yang menunjukkan dia berbicara di mikrofon terbuka tentang meraba-raba perempuan dan mencoba merayu wanita yang sudah menikah.

Video itu direkam hanya beberapa bulan setelah Trump menikah dengan istri ketiganya, Melania.

Trump mengatakan tindakan NBC yang merilis video itu "pasti tidak sah" dan ia mungkin memilih mengajukan tuntutan hukum terhadap perusahaan jaringan televisi itu setelah pemilihan presiden.

Sejak video itu disiarkan, serangkaian perempuan menuduh Trump meraba-raba mereka atau mencium mereka tanpa persetujuan mereka. Trump menyebut tuduhan itu "benar-benar palsu".

Rata-rata, hasil jajak pendapat terbaru RealClearPolitics menunjukkan bahwa Hillary Clinton secara nasional unggul di atas Trump hampir enam poin, yang didorong oleh penurunan dukungan di kalangan perempuan untuk pencalonan Trump.

Trump, tanpa bukti, menyalahkan jumlah suara jajak pendapatnya, yang merosot untuk pemilihan tersebut, yang ia anggap dicurangi. Dia sebelumnya mengatakan media telah mengatur jajak pendapat untuk meningkatkan suara untuk Hillary Clinton.

Sejumlah penelitian telah menunjukkan bahwa penipuan pemilih dalam pemilu AS sangat langka, dan sejumlah tokoh terkemuka Partai Republik juga telah mengecam pernyataan Trump tentang sistem pemilu AS yang tidak sehat.

Sementara Trump berkampanye di Ohio, pesawat pembawa pasangannya, Gubernur Indiana Mike Pence, tergelincir dari landasan pacu setelah mendarat di bandar udara LaGuardia, New York City, pada Kamis malam. Namun, tidak ada korban luka, kata juru kampanye Pence.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Hillary Clinton pilpres as 2016

Sumber : ANTARA/REUTERS

Editor : Martin Sihombing
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top