Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

HUBUNGAN RUSIA-AS: Perang Dingin Mencuat, Rivalitas Hillary & Trump Disebut

Warga negara AS sebaiknya memilih Donald Trump sebagai Presiden pada pemilihan Presiden AS bulan depan, jika tidak mereka akan menghadapi risiko perang nuklir.
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 13 Oktober 2016  |  15:54 WIB
Calon presiden dari partai Republik Donald Trump berjabat tangan dengan calon presiden dari partai Demokrat Hillary Clinton di permulaan debat kepresidenan pertama mereka di Hofstra University di Hempstead, New York, Amerika Serikat, Senin (26/9/2016). - .Reuters
Calon presiden dari partai Republik Donald Trump berjabat tangan dengan calon presiden dari partai Demokrat Hillary Clinton di permulaan debat kepresidenan pertama mereka di Hofstra University di Hempstead, New York, Amerika Serikat, Senin (26/9/2016). - .Reuters

Kabar24.com, JAKARTA – Warga negara Amerika Serikat sebaiknya memilih Donald Trump sebagai Presiden pada pemilihan Presiden AS bulan depan, jika tidak mereka akan menghadapi risiko perang nuklir.

Diungkapkan oleh politikus dan pemimpin Partai Demokrat Liberal Rusia, Vladimir Zhirinovsky, Trump akan memiliki kesempatan yang gemilang untuk membuat hubungan global menjadi lebih tenang.

Menurut Zhirinovsky, yang dikenal blak-blakan dan acapkali membandingkan dirinya dengan kandidat Presiden AS dari Partai Republik tersebut, Trump adalah satu-satunya sosok yang dapat mengurangi ketegangan berbahaya antara Moscow dan Washington.

Sebaliknya, kata Zhirinovsky yang pernah menerima penghargaan dari Presiden Vladimir Putin setelah Partai Demokrat Liberal Rusia (LDPR) mencapai posisi ketiga dalam pemilihan parlemen Rusia bulan lalu, rival Trump dari Partai Demokrat Hillary Clinton dapat memicu potensi Perang Dunia (PD) III.

“Hubungan antara Rusia dan AS tidak dapat menjadi lebih buruk lagi. Satu-satu jalan untuk hal yang lebih buruk adalah jika perang terjadi,” ujar  Zhirinovsky, seperti dikutip Reuters hari ini, Kamis (13/10/2016).

Zhirinovsky, yang juga merupakan sekutu Putin, mengatakan dalam agenda pemilihan Presiden AS pada 8 November nanti, warga negara AS harus menyadari bahwa mereka memilih perdamaian di dunia jika mereka memberi suara untuk Trump. Namun jika mereka memilih Hillary, hal itu akan berarti perang.

Komentar Zhirinovsky muncul bersamaan dengan meruncingnya perselisihan antara Washington dan Moscow tentang Suriah dan Ukraina, serta setelah Gedung Putih pekan lalu menuduh Rusia melakukan kampanye melalui serangan dunia maya terhadap organisasi Partai Demokrat.

Di sisi lain, Presiden Putin telah menegaskan bahwa negaranya tidak terlibat dalam upaya untuk mempengaruhi pemilihan presiden AS.

 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

as rusia vladimir putin krisis suriah
Editor : Linda Teti Silitonga

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top