Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

BNPB Klaim Hotspot di Riau Sudah Nihil

Badan Nasional Penanggulangan Bencana melaporkan titik panas atau hotspot di Riau sudah nihil.
Rio Sandy Pradana
Rio Sandy Pradana - Bisnis.com 31 Agustus 2016  |  14:25 WIB
BNPB Klaim Hotspot di Riau Sudah Nihil
Bagikan

Kabar24.com, JAKARTA--Badan Nasional Penanggulangan Bencana melaporkan titik panas atau hotspot di Riau sudah nihil.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengatakan kebakaran hutan dan lahan yang sebelumnya sempat merebak di wilayah Riau telah berhasil dipadamkan. Pantauan satelit maupun patroli udara memang menunjukkan tidak ada yang terbakar.

"Nihilnya hotspot ini menyebabkan kualitas udara di Riau pada tingkat baik. Seluruh pengukuran kualitas udara yang dilakukan di Sumatera menunjukkan hasil yang menggembirakan," kata Sutopo dalam rilis, Rabu (31/8/2016).

Pengukuran Indek Standar Pencemaran Udara (ISPU) di Pekanbaru, Kampar, Pelalawan, Siak, Dumai, Rokan Hilir, Bengkalis, Kepri, Palembang, Aceh dan Jambi semuanya di bawah 50 psi. Artinya udara baik dan sehat. Jarak pandang juga di Pekanbaru 7 km, Rengat 6 km, Dumai 7 km, dan Pelalawan 5 km.

Dia menambahkan upaya pemerintah yang dilakukan terus menerus untuk mengatasi kebakaran hutan dan lahan membuahkan hasil yang menggembirakan. Jumlah titik panas (hotspot) kebakaran hutan dan lahan berkurang signifikan.

Tim Satgas Terpadu dari TNI, Polri, BNPB, BPBD, Manggala Agni, Damkar, Masyarakat Peduli Api dan relawan terus melakukan penanganan kebakaran hutan dan lahan. Pendinginan daerah bekas terbakar terus dilakukan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

hotspot kebakaran hutan riau Karhutla
Editor : Rustam Agus
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top