Aset Politeknik Caltex Riau Rp50 Miliar Dihibahkan ke Yayasan

Aset Politeknik Caltex Riau (PCR) yang merupakan barang milik negara eks Kontraktor Kontrak Kerja Sama PT Chevron Pacific Indonesia (PT CPI) secara resmi dihibahkan kepada Yayasan Politeknik Chevron Riau (YPCR).
Arif Gunawan | 25 Agustus 2016 17:37 WIB
Ilustrasi politeknik

Kabar24.com, PEKANBARU – Aset Politeknik Caltex Riau (PCR) yang merupakan barang milik negara eks Kontraktor Kontrak Kerja Sama PT Chevron Pacific Indonesia (PT CPI) secara resmi dihibahkan kepada Yayasan Politeknik Chevron Riau (YPCR).

Aset yang dihibahkan berupa lima unit gedung, sejumlah peralatan dan komputer dengan harga perolehan sekitar Rp50 miliar. Kelima unit gedung tersebut adalah kampus utama, masjid, rumah tamu, pusat kegiatan mahasiswa (student center) dan tempat praktik (workshop). Aset-aset tersebut selama ini dikelola oleh YPCR, sebuah yayasan bersifat independen dan non-komersial yang dibentuk untuk menyelenggarakan perguruan tinggi PCR.

Proses simbolis hibah tersebut dilakukan oleh Kepala Pusat Pengelolaan Barang Milik Negara (PPBMN) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Zainal Arifin kepada Ketua Umum Pengurus YPCR Robinar Djajadisastra, Kamis (25/8/2016) di Gedung Serbaguna PCR, Rumbai, Pekanbaru.

"Politeknik Caltex Riau (PCR) merupakan contoh nyata kemitraan yang sukses antara pemerintah daerah, SKK Migas dan pelaku industri hulu migas dalam turut meningkatkaan kuantitas dan kualitas sumber daya manusia tempatan yang mandiri dan siap pakai," kata General Manager Government Affairs and Operations Support (GA&OS) PT CPI, Sukamto Tamrin, dalam keterangan persnya Kamis (25/8/2016).

PCR secara resmi beroperasi pada 2001 atas prakarsa Pemprov Riau dan PT CPI melalui anggaran pembangunan yang disetujui Pertamina-BPPKA (yang sekarang bernama SKK Migas). Kampus PCR yang dibangun di atas lahan seluas 15 hektar tersebut menawarkan program akademik yang berorientasi pada kebutuhan tenaga kerja unggul dan profesional di dunia industri dan bisnis.

Dimana, dalam tempo enam tahun atau tepatnya sejak 1 Januari 2017, PCR mampu membiayai operasionalnya sendiri dan pengelolaan selanjutnya dipercayakan kepada YPCR. PCR kini tumbuh dan terus berkembang sebagai politeknik unggulan dengan lulusan yang berkualitas dan bekerja di berbagai perusahaan nasional maupun multinasional terkemuka.

"PT CPI menyakini bahwa pendidikan merupakan fondasi utama bagi kemajuan sebuah bangsa. Dan, kesuksesan PCR ibarat monumen yang menunjukkan bahwa putra-putri Riau mampu bersaing secara global," katanya.

Tag : migas, riau, aset, hibah
Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top