PEREKAMAN DATA: Mendagri Minta Petugas Kecamatan Pro Aktif

Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo meminta petugas kecamatan pro aktif mendatangi masyarakat di pelosok daerah untuk merekam data identitas.
Irene Agustine | 25 Agustus 2016 22:22 WIB
Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo - Antara

Kabar24.com, JAKARTA – Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo meminta petugas kecamatan pro aktif mendatangi masyarakat di pelosok daerah untuk merekam data identitas.

Menurutnya, masih ada 20 juta warga Indonesia wajib KTP namun belum merekam data kependudukan. Masalahnya, doa mengatakan di sejumlah daerah masalah perekaman ini dinilai masih kurang optimal.

“Orang-orang kecamatannya lah yang mendatang penduduk di desa yang ada pegunungan dan pelosok ini lah yang belum jalan dengan baik,” kata Tjahjo dikutip dari laman kemendagri, Kamis (25/5/2016).

Namun Tjahjo juga mendorong masyarakat di kota-kota besar yang belum melakukan perekaman untuk segera mendatangi pemerintah daerah (Pemda) khususnya di dinas dukcapil.

“Memang tidak ada sanksinya,Ya mereka rugi sendiri, mau dapat surat izin atau apa-apa,” ujarnya.

Dirjen Dukcapil Kemendagri, Zudan Arief Fakhrulloh menambahkan, dirinya optimis atas target perekaman KTP Elektronik sampai 30 September mendatang. Alasannya, penggerakan para kepala dinas dianggap sangat baik mewujudkan hak masyarakat.

“Penduduk berhak memperoleh identitas. Jadi mari mempercepat langkah kaki, kita ubah pola dan strategi pelayanan adminduk ,” ujar Zudan.

Selain itu, ia mengajak kepala dinas dukcapil daerah menyamakan persepsi dalam hal pelayanan KTP.

Pertama, pelayanan harus cepat. Namun itu hanya berlaku bila masyarakat mendatangi dinas. Kedua, tidak ada pungutan liar dalam pelayanan ini.

“Tolong pesan ke RT/RW tak ada pungutan. Paragadima kita harus mampu geser pelayanan lebih cepat. Sasaran lanjutan pelayanan administasi kependudukan yang bisa membahagiakan rakyat,” katanya.

Tag : ktp, mendagri
Editor : Gita Arwana Cakti

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top