Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

KARHUTLA: Riau Perlu Fokus Penanganan Hulu

Praktisi lingkungan hidup Riau, Jikalahari menilai Riau mengabaikan penangan di hulu dalam mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan.
Gemal Abdel Nasser P.
Gemal Abdel Nasser P. - Bisnis.com 24 Agustus 2016  |  20:58 WIB
KARHUTLA: Riau Perlu Fokus Penanganan Hulu
Kepulan asap akibat pembakaran lahan di kaki Gunung Nilo terlihat dari Desa Sungai Tebal, Lembah Masurai, Merangin, Jambi, Selasa (20/10). - Antara
Bagikan

Kabar24.com, PEKANBARU-- Praktisi lingkungan hidup Riau, Jikalahari menilai Riau mengabaikan penangan di hulu dalam mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan.

Koordinator Jikalahari Woro Supartinah menjelaskan persoalan hulu tersebut seperti review izin monopoli kawasan hutan dan lahan oleh korporasi, pengukuhan kawasan hutan, menyelesaikan konflik agraria, memperluasnya ruang kelola rakyat dan mengembalikan hutan tanah masyarakat adat.

"Timbulnya korban akibat karhutla karena pemerintah pusat dan daerah tidak menyelesaikan persoalan Hulu karhutla," katanya, Rabu (24/8/2016).

Woro mengatakan Pemprov Riau hanya fokus pada persoalan hilir, yaitu memadamkan api dan melupakan pembenahan yang lebih sistematis di hulu persoalan. Padahal jika pembenahan di hulu diprioritaskan, jatuhnya korban bertambah dapat dicegah.

Presiden Jokowi segera bentuk Badan Khusus Menyelesaikan persoalan tata kelola lingkungan hidup, kehutanan dan lahan. Dengan kerja khusus persoalan Hulu.

"Karena KLHK dan Pemda Riau tak sanggup melawan korporasi dan Cukong. Kita butuh Presiden langsung turun tangan, sebagai wujud negara hadir," katanya.

Jikalahari juga  berbelasungkawa atas kematian satu lagi pejuang lingkungan hidup Pratu Wahyudi, yang meninggal saat memadamkan api di areal terbakar di Rokan Hilir.

Kematian Pratu Wahyudi, prajurit TNI Denrudal Dumai menambah daftar korban akibat karhutla: 5 warga meninggal (2015), 97.139 warga terkena ISPA dan kerugian ekonomi Rp21 triliun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kebakaran hutan riau Karhutla
Editor : Rustam Agus
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top