Survei: 31% Pemilih Yakin Hillary Akan Bikin AS Lebih Baik, Trump 27%

Keyakinan bahwa calon presiden Partai Republik Donald Trump atau pesaingnya dari Partai Demokrat Hillary Clinton akan menjadi presiden yang lebih baik sesuai harapan masyarakat masih rendah, menurut jajak pendapat Pew Research Center.
John Andhi Oktaveri | 19 Agustus 2016 11:29 WIB
Hillary Clinton dan Donald Trump - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA - Keyakinan bahwa calon presiden Partai Republik Donald Trump atau pesaingnya dari Partai Demokrat Hillary Clinton akan menjadi presiden yang lebih baik sesuai harapan masyarakat masih rendah, menurut jajak pendapat Pew Research Center.

Menurut lembaga survei terkemuka di Amerika Serikat itu hanya 27% pemilih terdaftar yang menilai Trump bisa menjadi presiden yang baik atau mampu mengembalikan kebesaran Amerika Serikat, sedangkan 55% lainnya menilai miliarder asal New York yang suka bertengkar itu akan menjadi presiden yang buruk atau buruk sekali.

Pendapat tentang Hillary Clinton tidak senegatif itu, tapi tetap saja hanya 31% pemilih terdaftar yang mengatakan dia akan menjadi presiden yang baik atau hebat. Sementara 45% pemilih mengatakan perempuan 68 tahun itu akan menjadi presiden yang buruk atau buruk sekali sebagaimana dikutip CNN, Jumat (19/8/2016).

Hasil jajak pendapat juga menunjukkan sebagian besar pemilih khawatir jika terpilih, kedua calon kemungkinan akan membuat kesalahan serius yang akan merusak negara.

Sebesar 55% pemilih terdaftar menyebut Trump punya 'peluang besar' menimbulkan dampak kerusakan. Sedangkan 44% mengatakan hal yang sama tentang Hillary.

Namun, pendapat para pendukung Trump dan Clinton berbeda tentang prospek masa depan nak-anak. Kebanyakan pendukung Trump pesimistis. Sebesar 68% mengatakan bahwa kehidupan anak-anak mereka akan lebih buruk dari hari ini.

Sedangkan pendukung Hillary punya ekspektasi beragam dengan 38% di antaranya optimistis dan 30% mengatakan hidup generasi selanjutnya akan lebih buruk. Hasil survei kali ini disebutkan tidak berbeda jauh dari hasil survei yang dilakukan pada awal tahun ini

 

Tag : Hillary Clinton, Donald Trump, pilpres as 2016
Editor : Martin Sihombing

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top