Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

China Luncurkan Satelit untuk Amankan Pulau & Karang

China meluncurkan sebuah satelit guna membantu melindungi kepentingan militernya ditengah meningkatnya perseteruan di Laut China Selatan.
Juli Etha Ramaida Manalu
Juli Etha Ramaida Manalu - Bisnis.com 11 Agustus 2016  |  12:17 WIB
Letak wilayah sengketa Pulau Senkaku-Diaoyu-Islands (dalam lingkaran) - cscubb.ro
Letak wilayah sengketa Pulau Senkaku-Diaoyu-Islands (dalam lingkaran) - cscubb.ro

Kabar24.com,SHANGHAI - China meluncurkan sebuah satelit guna membantu melindungi kepentingan militernya ditengah meningkatnya perseteruan di Laut China Selatan.

Pusat Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Industri  untuk Pertahanan Nasional China menyebut, satelit bernama Gaofen 3 diluncurkan pada Rabu (10/8/2016) memiliki sistem radar yang mampu menangkap citra dari kejauhan di ruang angkasa dan bisa beroperasi di segala cuaca.

“Satelit tersebut akan memainkan peranan penting dalam memonitor lingkungan maritim, pulau-pulau, dan karang-karang serta kapal-kapal dan pengeboran minya,” sebut pemimpin proyek Xu Fuxiang seperti dikutip dari Reuters, Kamis (11/8/2016).

Menurutnya satelit seperti Gaofen 3 akan sangat bermanfaat dalam menjaga hak dan kepentingan maritim negara tersebut.

Pada Juli lalu pengadilan internasional di Den Haag menolak dan membatalkan klaim China atas wilayah Laut China Selatan. Adapaun gugatan atas klaim tersebut diajukan oleh Filipina.

China mengklaim sebagian besar wilayah laut China selatan yang kaya akan sumber daya dan dilalui oleh  kargo senilai US$5 triliun setiap tahunnya.

Vietnam, China, Taiwan juga mengklaim wilayah tersebut. Sementara itu, Vietnam sendiri baru-baru ini diisukan mengerahkan peluncur roket di beberapa miliknya yang terletak di Laut China Selatan .

 

 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

china laut china selatan satelit sengketa laut china selatan

Sumber : Reuters

Editor : Nancy Junita

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top