Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Riset: Bakat jadi Penjahat Bisa Dideteksi Sejak Balita

Satu hasil penelitian kontroversial menyimpulkan bahwa beberapa balita bakal menjadi penjahat. Ternyata benih psikologis kriminal muncul dari kelainan otak yang menangani emosi, rasa bersalah, dan ketakutan.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 18 Juli 2016  |  02:28 WIB
Ilustrasi - bisnis.com
Ilustrasi - bisnis.com

Kabar24.com, PENNSYLVANIA - Satu hasil penelitian kontroversial menyimpulkan bahwa beberapa balita bakal menjadi penjahat. Ternyata benih psikologis kriminal muncul dari kelainan otak yang menangani emosi, rasa bersalah, dan ketakutan.

"Korteks prefrontal pelaku pembunuhan cenderung kurang berfungsi," kata Adrian Raine, guru besar di University of Pennsylvania, seperti dikutip dari Tempo.co, Senin (18/7/2016).

Hal ini berkaitan dengan penalaran dan upaya membantu menekan naluri dasar.

Psikopat yang tak menyesal dan tidak memiliki rasa bersalah atau empati cenderung memiliki amygdala yang kecil. Menurut Raine, yang pernah menjadi pejabat di Kantor Kriminologi, ini wilayah yang menangani emosi.

Dalam risetnya, Raine menguji respons khawatir pada anak berusia 3 tahun dengan memperdengarkan suara yang netral hingga menakutkan.

Pada sebagian besar responden, suara nada pertama cukup membuatnya berkeringat. Namun ada beberapa anak yang tidak menunjukkan rasa takut. "Ini gejala yang mungkin dari amygdala yang abnormal," kata Raine.

Menurut dia, jika otak Peter Sutcliffe yang dikenal sebagai Yorkshire Ripper dipindai, hasilnya mungkin sama saat dia balita. Diakuinya, langkah ini menimbulkan dilema. Belum lagi upaya melakukan intervensi biologis untuk mengurangi kejahatan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kriminal

Sumber : tempo.co

Editor : Yusuf Waluyo Jati
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top