BANK INDONESIA: Inflasi Kota Kediri Bahak Rendah Selama Ramadhan

Bank Indonesia meyakini inflasi Juni tahun ini di Kota Kediri tak akan setinggi bulan yang sama tahun lalu karena operasi pasar murni Ramadhan kali ini lebih masif. \n
Sri Mas Sari | 02 Juni 2016 18:35 WIB
Kantor Bank Indonesia - Reuters/Darren Whiteside
Bisnis.com, KEDIRI -- Bank Indonesia meyakini inflasi Juni tahun ini di Kota Kediri tak akan setinggi bulan yang sama tahun lalu karena operasi pasar murni Ramadhan kali ini lebih masif. 
 
Dengan demikian, inflasi akan dibawah inflasi Juni 2015 yang mencapai 0,26%, sebagaimana dicatat oleh Badan Pusat Statistik Kota Kediri. 
 
Selain oleh Pemprov Jatim, OPM juga dilakukan oleh Tim Pengendali Inflasi Daerah Kota Kediri yang dipimpin oleh Pemkot Kediri. 
 
"Kegiatan kedua OPM yang intensif, didukung oleh kelancaran dan ketersediaan stok  bahan pokok, mulai berproduksinya pabrik gula, meningkatnya produksi bawang merah, serta didukung upaya pemerintah menjaga stabilitas harga, maka TPID Kota Kediri optimistis harga bahan pokok selama Ramadhan terjaga stabilitasnya," ujar Kepala Perwakilan BI Kediri Djoko Raharto dalam konferensi pers OPM TPID, Kamis (2/6/2016).
 
Keyakinan itu, kata Djoko, muncul setelah BI melihat gejala penurunan harga gula kristal putih pasca-OPM Pemprov mulai 27 Mei. Harga gula yang tadinya Rp15.000-Rp16.000 per kg, kini bergerak di kisaran Rp14.000-Rp14.500 per kg.
 
Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Perdagangan, dan Energi Kota Kediri Yetty Sisworini pada kesempatan yang sama menyebutkan komoditas yang akan dijual dalam OPM TPID mencakup beras premium, gula kristal putih, minyak goreng, dan telur ayam ras.
 
Pemkot menyuntik subsidi biaya angkut dari produsen dan distributor ke konsumen sehingga komoditas itu bisa dijual lebih murah dari harga pasar. 
 
Beras premium dibanderol Rp45.000 per zak (isi 5 kg) setelah Pemkot menanggung ongkos angkut Rp2.500 per zak. Gula kristal putih dibanderol Rp11.000 per kg setelah pemerintah menanggung ongkos angkut Rp1.000 per kg. 
 
Sementara itu, minyak goreng dijual Rp19.000 per bungkus (kemasan 1,8 liter) setelah pemerintah menyubsidi biaya angkut Rp2.000 per bungkus. Adapun telur ayam ras dipatok Rp18.000 per kg.
 
"Ini untuk menekan harga pasar yang menjulang tinggi," ujar Yetty. 
 
OPM akan dilaksanakan di 46 kelurahan dan Pasar Setono Bethek secara bergiliran pada hari kerja selama 8-28 Juni. Pemkot akan mengguyur 150 zak beras premium, 350 kg gula, 192 bungkus, dan 150 kg di setiap titik. 
 
Yetty menuturkan pembelian tidak dibatasi untuk sementara. "Kami akan melihat kondisi di lapangan. Apabila pembelian tidak terkendali dan membuat volume yang disediakan menyusut drastis dalam waktu cepat, kami akan batasi."
Tag : Inflasi, kota kediri, operasi pasar murni
Editor : Martin Sihombing

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top