Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Panama Papers: Ada 670 Perusahaan Cangkang di Australia

Menyusul rilis database Panama Papers yang menyingkap cara orang kaya menggunakan perusahaan-perusahaan offshore demi menghindari pajak, tersingkap pula 200.000 perusahaan cangkang, termasuk 670 di antaranya berkantor di Australia.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 13 Mei 2016  |  10:55 WIB
Firma Mossack Fonseca - newyorker
Firma Mossack Fonseca - newyorker

Kabar24.com, JAKARTA - Menyusul rilis database Panama Papers yang menyingkap cara orang kaya menggunakan perusahaan-perusahaan offshore demi menghindari pajak, tersingkap pula 200.000 perusahaan cangkang, termasuk 670 di antaranya berkantor di Australia.

Mengutip Sydney Morning Herald, sebagian besar dari 670 perusahaan cangkang itu beralamat di rumah atau gedung apartemen. Bahkan dua darinya terdaftar di sebuah gedung apartemen yang hanya 200 meter dari kediaman Perdana Menteri Australia di Kirribilli House.

Menurut media massa Australia, termasuk Sydney Morning Herald, 239 perusahaan cangkang beralamat di negara bagian New South Wales, 184 di Queensland dan 98 di Victoria.

Meski begitu, Sydney Morning Herald mengatakan tidak bisa menyimpulkan perusahaan-perusahaan cangkang itu telah melanggar  hukum karena memang sah menggunakan perusahaan offshore dan trust, termasuk demi mengurangi kewajiban pajak.

Di New South Wales, konsentrasi terbesar perusahaan-perusahaan cangkang ini ada di CBD Sydney yang jumlahnya mencapai 30 nama, sedangkan di Victoria perusahaan-perusahaan cangkang terpusat di pusat kota.

Lain halnya dengan Queensland, jumlah perusahaan cangkang lebih banyak dibandingkan dengan Victoria, terutama di Brisbane dan Gold Coast.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

australia cangkang Panama Papers

Sumber : Antara

Editor : Fatkhul Maskur
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top