Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kepala Lapas Dipindah, Ratusan Napi di Meulaboh Ngamuk

Ratusan warga binaan pada Lembaga Pemasyarakatan Kelas II-B Meulaboh, Kabupaten Aceh Barat, Provinsi Aceh mengamuk dan melakukan aksi unjuk rasa di dalam tahanan setempat, Senin, (9/5/2016) siang.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 09 Mei 2016  |  14:20 WIB
Kepala Lapas Dipindah, Ratusan Napi di Meulaboh Ngamuk
Ilustrasi. Petugas gabungan TNI dan POLRI mengevakuasi tahanan saat kebakaran yang dipicu aksi tawuran dan tembak menembak antarnapi di Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Kelas II A Malabero Kota Bengkulu, Jumat (25/3/2016). - Antara/David Muharmansyah

Kabar24.com, MEULABOH - Ratusan warga binaan pada Lembaga Pemasyarakatan Kelas II-B Meulaboh, Kabupaten Aceh Barat, Provinsi Aceh mengamuk dan melakukan aksi unjuk rasa di dalam tahanan setempat, Senin, (9/5/2016) siang.

Dalam orasinya warga binaan mendesak Kementerian Hukum dan Hak Asazi Manusia (Kemenkum HAM) Aceh tidak memindahkan Kepala LP saat ini karena sudah begitu peduli dengan kehidupan mereka.

"Bila tuntutan kami tidak dipenuhi, maka kami bersumpah akan membakar LP. Bapak Jumadi sudah seperti orang tua kami, belum ada selama ini pimpinan yang punya kemanusiaan seperti dirinya memperlakukan kami," teriak Munir, salah satu orator aksi.

Warga binaan melakukan orasi saling bergantian dan membentangkan spanduk serta kertas karton betuliskan penolakan dipindahnya Kepala LP Meulaboh Jumadi, aksi tersebut tidak anarkis meskipun para tahanan membencak-bencak dan mengoyang-goyang pagar jeruji besi.

Tidak ada pengawalan pihak kepolisian, hanya beberapa petugas sipir yang berada ditengah keramaian para warga binaan tersebut, salah satu yang menjadi tolak ukur tuntutan mereka karena sudah merasakan nyaman dan tidak berdesakan dalam satu sel tahanan.

"Beliau baru enam bulan bersama kami, tapi kami merasakan perubahan pelayanan yang begitu manusiawi. Kami minta pemerintah mendengar tuntutan kami agar tidak ada aksi lebih menakutkan yang bisa kami lakukan," tambah Abdullah orator aksi dari blok B.

Sementara itu Kepala LP Kelas II-B Meulaboh Jumadi menyampaikan, bahwa dirinya tidak menyangka begitu fanatiknya warga binaan terhadap dirinya, padahal hanya beberapa kebijakan yang baru digerakan untuk perubahan perlakuan kepada tahanan.

"Saya tidak paham juga darimana mereka menilai sehingga meminta saya tetap di sini. Memang baru-baru ini saya sudah berhasil mengfungsikan satu blok lagi, sehingga dari dulunya mereka dalam satu sel 10-30 orang, saat ini tidak lagi begitu,"sebutnya.

Jumadi mengakui, pindah tugas dirinya ke Banda Aceh memang sudah kebijakan Kemenkum HAM, namun kebijakan itu baru saja keluar dan tidak diketahui secara jelas siapa yang menyampaikan informasi demikian kepada warga binaan.

Sekitar enam bulan dirinya menjabat sebagai pimpinan di LP Meulaboh, ada beberapa terobosan yang telah berhasil dilakukan, seperti memfungsikan blok baru untuk efektivitas, membangun ruang serbaguna yakni sebagai pintu pengamanan utama sekaligus menjadi balai latihan kerja kerajinan tangan warga binaan.

Disamping itu juga ada perhatian lain yang menurut warga binaan lebih menyentuh yakni pemberian makan yang dinilai sudah sangat manusiawi, serta tertekannya kasus-kasus kekerasan dan kejahatan karena terkontrolnya dengan baik aktivitas mereka.

"Kalau memang itu mereka anggap baik dan alasan mempertahankan saya disini, mungkin wajar saja. Saya sebenarnya memang sudah sangat inggin pindah ke Banda Aceh, apalagi nama saya memang sudah dimutasi masuk dalam situs online dengan jabatan baru di sana," katanya menambahkan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

napi lapas

Sumber : Antara

Editor : Fatkhul Maskur

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top