Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Amerika Ekstradisi Warga Negara Singapura Pengekspor Bahan Peledak ke Irak

Seorang pria berkewarganegaraan Singapura yang dituduh mengekspor bahan peledak secara ilegal ke Irak melalui Iran telah diekstradisi ke Amerika Serikat untuk menghadapi tuntutan pada hari Senin (4/4/2016).
Juli Etha Ramaida Manalu
Juli Etha Ramaida Manalu - Bisnis.com 05 April 2016  |  10:20 WIB
Amerika Ekstradisi Warga Negara Singapura Pengekspor Bahan Peledak ke Irak
Bahan Peledak. - bululengky.wordpress.com
Bagikan

Kabar24.com, WASHINGTON— Seorang pria berkewarganegaraan Singapura, yang dituduh mengekspor bahan peledak secara ilegal ke Irak melalui Iran, telah diekstradisi ke Amerika Serikat untuk menghadapi tuntutan pada hari Senin (4/4/2016).

Lim Yong Nam (42 tahun) pada 2010 didakwa melanggar embargo perdagangan AS dengan mengirimkan modul frekuensi radio dari Minessota ke Iran antara 2008 dan 2008. Pasukan koalisi AS kemudian menemukan bahan peledak tersebut dalam bom rakitan yang belum meledak di Irak.

Departemen Kehakiman menyebutkan Lim sudah ditahan di Indonesia sejak Oktober 2014, “Setelah proses investigasi panjang, Lim kembali ke Amerika Serikat untuk mempertanggungjawabkan tindakannya,” kata Sarah Saldaña, Direktur Departemen Ketahanan Dalam Negeri Imigrasi dan Bea Cukai Amerika Serikat, seperti dikutip dari Reuters (5/4/2016).

Departemen tersebut menyebutkan Lim dan beberapa komplotannya menyalurkan 6.000 modul frekuensi radio ke Iran dan 16 di antaranya ditemukan di Irak.

Pejabat AS menyalahkan Iran karena memasok bahan peledak mematikan ke milisi Syiah. Sementara itu, Iran mengemukakan bahwa klaim tersebut tidak berdasar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

amerika serikat bom ekstradisi

Sumber : Reuters

Editor : Fatkhul Maskur
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top