Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

44 Perusahaan Tambang di Sulsel Tunggak Pajak

Sebanyak 414 perusahaan tambang di Provinsi Sulawesi Selatan menunggak Pajak Iuran Tetap yaitu iuran yang dibayarkan kepada negara sebagai imbalan atas kesempatan eksplorasi, studi kelayakan dan eksploitasi pada wilayah usaha pertambangan.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 22 Februari 2016  |  19:23 WIB
Aktivitas penambangan batu bara - Antara/Kasriadi
Aktivitas penambangan batu bara - Antara/Kasriadi

Bisnis.com, MAKASSAR -  Sebanyak 414 perusahaan tambang di Provinsi Sulawesi Selatan menunggak Pajak Iuran Tetap yaitu iuran yang dibayarkan kepada negara sebagai imbalan atas kesempatan eksplorasi, studi kelayakan dan eksploitasi pada wilayah usaha pertambangan.

"Khusus pembayaran pajak, ada sebanyak 414 perusahaan yang sedang dalam pemantauan karena belum membayar pajak, pemantauan kami lakukan untuk mengefektifkan penagihan pajak," kata Sekretaris Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sulsel Syamsul Bahri di Makassar, Senin (22/2/2016).

Pemantauan tersebut, kata dia, juga merupakan tindak lanjut dari supervisi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait penertiban perizinan tambang dan mengefektifkan pembayaran pajak tambang.

Meski enggan merinci besaran tunggakan pajak tersebut, Syamsul mengatakan, jumlahnya tidak terlalu besar karena hanya merupakan pajak iuran tetap.

Sesuai PP Nomor 9 Tahun 2012 tentang Tarif Iuran Tetap yang dikenakan kepada pemegang IUP sebesar 2-4 dolar AS perhetare pertahun, sedangkan untuk pemegang kontrak karya (KK) dan Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara (PKP2B) dikenakan tarif iuran tetap sesuai perjanjian yang telah disepakati.

Menurut Syamsul, lamanya tunggakan tersebut bervariasi mulai dari 2013 hingga tahun 2015.

"Seharusnya pembayaran pajak dilakukan setiap tahun pada bulan Agustus," katanya.

Sanksi untuk tunggakan tersebut adalah denda sebesar dua persen per tahun hingga yang paling berat berupa pencabutan izin tambang.

Syamsul juga mengaku optimistis tunggakan pajak tersebut akan segera diselesaikan oleh perusahaan-perusahaan tambang tersebut.

"Kami sudah mengirimkan surat peringatan dan tampaknya perusahaan-perusahaan tambang antusias untuk membayar. Kami optimistis tunggakan tersebut dapat diselesaikan tahun ini," katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

perusahaan tambang

Sumber : ANTARA

Editor : Martin Sihombing
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top