Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pemprov Jateng Targetkan Menuntaskan Banjir di Pekalongan Dalam 2 Tahun

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menargetkan dapat menuntaskan permasalahan banjir di kawasan Pekalongan dalam dua tahun.
Fatia Qanitat
Fatia Qanitat - Bisnis.com 16 Februari 2016  |  11:52 WIB
Pemprov Jateng  menargetkan dapat menuntaskan permasalahan banjir di kawasan Pekalongan dalam dua tahun - ilustrasi/Antara
Pemprov Jateng menargetkan dapat menuntaskan permasalahan banjir di kawasan Pekalongan dalam dua tahun - ilustrasi/Antara

Bisnis.com, SEMARANG - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menargetkan dapat menuntaskan permasalahan banjir di kawasan Pekalongan dalam dua tahun.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menargetkan pada 2018 bencana banjir dan rob di kawasan permukiman warga di sejumlah kelurahan pesisir Kota Pekalongan dapat teratasi.

"Mudah-mudahan dalam waktu dua tahun, sehingga pada 2018 area langganan tergenang banjir dan rob terselesaikan. Paling tidak kelurahan Pasirsari menjadi pilot project penanganan banjir ini," ujarnya seperti dilansir dari web resmi, Selasa (16/2/2016).

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kota Pekalongan Marsudi Ismanto mengatakan pada tahun ini yang akan dilakukan adalah penataan drainase dan pemasangan pompa.

Saat ini Kelurahan Pasirsari, Pabean, Jeruksari, dan Kandang Panjang, telah dipasang beberapa pompa untuk menyedot genangan air dan kemudian dialirkan ke laut.

"Dari delapan penanganan sub sistem drainase, yakni sub sitem Bremi, Bandengan, Pabean, Loji, Banger, Sibulanan, Banger Hilir, dan Banger Hulu, tiga diantaranya masuk prioritas penanganan," ungkapnya.

Tiga sub sistem itu adalah Bandengan, Bremi, dan Loji, yang mendesak untuk segera ditangani. Dia mengatakan kondisi saluran drainase di tiga sub sistem prioritas itu mengalami sedimentasi tinggi, mendapat aliran limbah batik, ditumbuhi tanaman enceng gondok, dan dipenuhi sampah.

"Selain itu, rob yang masuk ke permukiman warga berasal dari alur sungai Bremi dan Loji," tambahnya.

Lebih lanjut, dia menjelaskan penanganan yang dilakukan untuk mengatasi permasalahan di tiga sub sistem itu adalah menerapkan sistem polder, pompanisasi, peninggian tanggul sungai, reveretment dengan sandbag, dan penanaman mangrove di pantai Bandengan dan Kandang Panjang.

"Lalu, pembersihan enceng gondok, normalisasi sungai Bremi, sistem polder dengan pompa, serta long storage sungai Sepucung," tuturnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pekalongan
Editor : Gita Arwana Cakti
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

BisnisRegional

To top