Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pilgub Jatim 2018: Risma Akan "Dijodohkan" dengan Abdullah Azwar Anas? Ini Penjelasan PDIP

Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan atau PDIP membantah akan memasangkan dua kader andalnya untuk maju sebagai calon gubernur dan wakil gubernur Jawa Timur.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 18 Januari 2016  |  21:49 WIB
Pilgub Jatim 2018: Risma Akan "Dijodohkan" dengan Abdullah Azwar Anas? Ini Penjelasan PDIP
Tri Rismaharini - Peni Widarti
Bagikan

Kabar24.com, SURABAYA -- Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan atau PDIP membantah akan memasangkan dua kader andalnya untuk maju sebagai calon gubernur dan wakil gubernur Jawa Timur.  

PDIP menyatakan belum berencana menduetkan Tri Rismaharini dan Abdullah Azwar Anas sebagai calon gubernur dan wakilnya di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Jatim pada 2018.

"Belum ada rencana menduetkan Risma-Anas di Pilkada mendatang, karena segala kemungkinan bisa saja terjadi," ujar Ketua PDIP Jatim Kusnadi kepada wartawan di Surabaya, Senin (18/1/2016).

Mencuatnya nama Wali Kota Surabaya terpilih dan Bupati Banyuwangi terpilih sebagai bakal calon gubernur setelah pertemuan keduanya bersama Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri di sela Rakernas di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Meski tak membantah adanya pertemuan khusus, namun politisi yang juga wakil ketua DPRD Jatim tersebut mengaku tak ada pembahasan terkait Pilkada Jatim.

Terlebih, kata dia, di internal PDIP Jatim terdapat mekanisme yang harus diikuti sebelum dilakukan penentuan mengusung pasangan calon kepala daerah, baik tingkat kota/kabupaten maupun provinsi.

Menurut dia, pelaksanaan Pilkada Jatim yang tinggal dua tahun lagi bukan waktu panjang sehingga akan dijadikan momen penting PDIP untuk merebut kekuasaan di Jatim.

"Karena itulah tahun ini PDIP akan mulai menjajaki dan konsolidasi internal partai untuk persiapan penjaringan calon gubernur Jatim 2018," tuturnya.

Sesuai peraturan di Komisi Pemilihan Umum (KPU) setempat, setiap partai politik yang boleh mengusung calon sendiri di Pilkada Jatim harus memiliki minimal 20 kursi, sehingga PDIP mau tidak mau harus berkoalisi dengan partai lain.

Pada Pemilihan Umum Legislatif 2014 di Jatim, PDIP memperoleh 19 kursi sehingga membutuhkan satu kursi lagi untuk mengusung pasangan calon.

Karena harus koalisi, lanjut dia, partainya kemungkinan akan menggandeng seorang figur dari Nahdliyyin karena di Jatim memiliki masyarakat heterogen.

"Bisa saja mengusung calon dari tokoh Nahdliyyin, tinggal kombinasinya nanti siapa yang menjadi calon gubernur cagub dan siapa wakilnya," imbuh mantan sekretaris DPD PDIP Jatim tersebut.

Sementara itu, anggota Badan Pemenangan Pilkada DPD PDIP Jatim Giyanto menambahkan bahwa selain kader internal, ada juga beberapa nonkader yang berpotensi maju, antara lain Wakil Gubernur Jatim sekarang, Saifullah Yusuf, atau Menteri Sosial RI Khofifah Indar Parawansa.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pilgub jatim

Sumber : Antara

Editor : Saeno
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top