Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pertamina Imbau Masyarakat Tak Beli BBM Berlebihan

PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region VI Kalimantan mengimbau agar masyarakat tidak melakukan panic buying pasca pemerintah secara resmi memberlakukan penurunan harga BBM.
Nadya Kurnia
Nadya Kurnia - Bisnis.com 10 Januari 2016  |  02:34 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi

Kabar24.com, BALIKPAPAN—PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region VI Kalimantan mengimbau agar masyarakat tidak melakukan panic buying pasca pemerintah secara resmi memberlakukan penurunan harga BBM.

“Kami imbau agar masyarakat tidak terpancing isu-isu tidak bertanggung jawab untuk membeli BBM secara berlebihan,” tutur Communcation and Relation Officer PT Pertamina MOR VI Kalimantan Bagja Mahendra, Sabtu (9/1/2016).

Dia berharap agar masyarakat di Kalimantan membeli BBM sesuai dengan kebutuhan, sehingga tidak terjadi penimbunan BBM oleh masyarakat yang  juga merugikan masyarakat Kalimantan sendiri.

“Kami pastikan tidak ada kendala dalam distribusi di wilayah Kalimantan, bahkan di wilayah perbatasan juga seperti Nunukan dan Pulau Sebatik,” sambungnya.

Sampai dengan semalam, stok rata-rata di APMS di wilayah Nunukan masih berada di level 60 Kl untuk Premium, 20 Kl untuk Solar, dan 10 KL untuk Pertamax.

Sementara di wilayah Sebatik, terpantau stok di APMS masih berada di level 80 Kl untuk Premium dan 20 Kl untuk Solar.

“Di Nunukan, ada enam APMS yang bertugas menyalurkan Premium, Solar bersubsidi, dan Pertamax. Kapal dari TBBM Tarakan juga sudah menyalurkan stok sejak Kamis siang sesuai jadwal, dan dipastikan tidak ada kendala dalam pendistribusian,” tukas Bagja.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pertamina kalimantan stok bbm
Editor : Rustam Agus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top