Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Mampir Mendadak ke Pakistan, PM India Narendra Modi Mendapat Pelukan Hangat PM Sharif

Langkah diplomatik penuh kejutan dijalankan Perdana Menteri India Narendra Modi yang sedang dalam perjalanan pulang dari kunjungan ke Rusia dan Afghanistan. Tiba-tiba saja Modi meminta izin kepada otoritas Pakistan untuk mampir menemui Sharif.
Saeno
Saeno - Bisnis.com 26 Desember 2015  |  06:44 WIB
Mampir Mendadak ke Pakistan, PM India Narendra Modi Mendapat Pelukan Hangat PM Sharif
PM India Narendra Modi (kanan) dan PM Pakistan Nawaz Sharif (kiri) berjabat tangan dalam penutupan KTT Saarc di Kathmandu - Reuters
Bagikan


Kabar24.com, ISLAMABAD/NEW DELHI – Kebekuan hubungan antara India dan Pakistan tiba-tiba mencair pada Jumat (25/12/2015) waktu setempat seiring kedatangan PM India Narendra Modi mengunjungi PM Nawaz Sharif yang sedang berulang tahun.

Langkah diplomatik penuh kejutan dijalankan Perdana Menteri India Narendra Modi yang sedang dalam perjalanan pulang dari kunjungan ke Rusia dan Afghanistan. Tiba-tiba saja Modi meminta izin kepada otoritas Pakistan untuk mampir menemui Sharif.

Kehadiran dadakan Modi menjumpai Nawas Sharif merupakan kunjungan pertama kali seorang pimpinan India ke negara rivalnya Pakistan dalam lebih dari satu dekade ini.

Kunjungan itu serta merta memunculkan harapan perundingan nuklir di antara kedua negara yang berlangsung “putus-nyambung” bisa mencapai kemajuan berarti. Kedua negara bertetangga tersebut tercatat mengalami 3 kali pertempuran dan lebih dari 65 tahun hubungan keduanya berada dalam suasana tegang.

PM Sharif memeluk Modi setelah PM India tersebut mendarat di bandara di kawasan timur Lahore. Keduanya lantas berjalan beriringan menuju kediaman pribadi Sharif.

“Akhirnya Anda datang juga,” ujar Sharif kepada Modi, demikian disampaikan pejabat Kementerian Luar Negeri Pakistan yang hadir dalam pertemuan tersebut.

“Ya, tentu. Dan sekarang saya ada di sini,” jawab Modi hangat.

Sebelumnya, Modi telah menelepon Sharif untuk mengucapkan selamat ulang tahun dan bertanya apakah ia bisa mampir ke Pakistan dalam perjalanan pulang dari Afghanistan. Demikian diuraikan Menteri Luar Negeri Aizaz Claudhry kepada wartawan.

“Perdana Menteri (Sharif) berkata kepada beliau, silakan datang, Anda adalah tamu saya, silakan dan mari minum teh bersama,” tutur Chaudhry menirukan ucapan Sharif.

Tanggal 25 Desember 2015 bertepatan dengan hari ulang tahun Sharif yang ke 66 dan rumah keluarga PM Pakistan itu bertabur cahaya karena Sabtu ini Sharif menikahkan putrinya.

Modi dan Sharif berbincang sekitar 90 menit dan makan bersama sebelum pemimpin India itu mohon diri untuk kembali ke negerinya.

“Di antara keputusan yang telah diambil adalah kesepakatan bahwa persahabatan kedua negara akan lebih diperkuat, begitu juga dengan kontar antarwarga kedua negara sehingga tercipta suasana yang mendorong tercapainya progres perdamaian antara kedua negara,” ujar Chaudhry.

Langkah selanjutnya, masing-masing menteri luar negeri akan melakukan pertemuan pada bulan depan.

Kunjungan Modi ke Pakistan diawali dengan perjalanan PM India itu ke Rusia. Jumat pagi ia mampir ke ibu kota Afghanistan, Kabul, menyaksikan peresmian kompleks parlemen yang dibangun atas bantuan India.

Kunjungan ke Lahore terwujud setelah kedua negara melakukan kontak tingkat tinggi, dimulai dengan pembicaraan singkat antara Modi dan Sharif pada konferensi perubahan iklim di Paris, bulan lalu.

Pertemuan kedua PM itu merupakan bagian dari upaya memulai kembali dialog damai yang sempat terganggu oleh serangan kelompok militan dan saling curiga kedua negara yang sudah berlangsung lama.

Juru bicara kantor PM Sharif menyebutkan bahwa kedua pimpinan negara itu berdiskusi tentang hubungan bilateral, termasuk sengketa Kashmir, serta isu persaingan persenjantaan nuklir.

Sementara sumber yang dekat dengan Modi menyebutkan kunjungan dadakan itu diputuskan oleh Modi dan penasihat militernya Ajit Doval, dan hal itu tidak bisa diartikan bahwa India tiba-tiba melakukan perubahan sikap.

“Tapi jelas, ini adalah tanda bahwa hubungan aktif bisa terlaksana dengan cepat,” ujar sumber yang menolak disebutkan jatidirinya itu.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

india pakistan

Sumber : Reuters

Editor : Saeno
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top