Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

KETUA UMUM PP MUHAMMADIYAH: Pikiran dan Sikap Donald Trump Primitif

Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir menyatakan pernyataan calon presiden Amerika Serikat (AS) dari Partai Republik Donald Trump terkait seruan pelarangan warga Muslim masuk AS menunjukkan pikiran dan sikap primitif.
Martin Sihombing
Martin Sihombing - Bisnis.com 09 Desember 2015  |  18:26 WIB
Ketua DPR RI Setya Novanto bertemu Donald Trump di Amerika Serikat, Kamis (3/9/2015) - Reuters
Ketua DPR RI Setya Novanto bertemu Donald Trump di Amerika Serikat, Kamis (3/9/2015) - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA -- Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir menyatakan pernyataan calon presiden Amerika Serikat (AS) dari Partai Republik Donald Trump terkait seruan pelarangan warga Muslim masuk AS menunjukkan pikiran dan sikap primitif.

"Pernyataan Trump menunjukkan pikiran dan sikap primitif di sebuah negara modern yang menjunjung tinggi demokrasi, HAM, dan pluralitas," kata Haedar saat dihubungi Antara dari Jakarta, Rabu (9/12/2015).

Menurut Haedar, bagaimana mungkin seorang calon presiden memiliki pikiran ultra-Islamophobia ketika dunia sudah berubah di mana relasi antaragama makin dialogis.

Memang, kata dia, masih ada sebagian kecil kalangan Islam yang konservatif dan radikal sebagaimana juga di agama lain yang mengatasnamakan agama untuk berbuat kekerasan.

"Tetapi bukan berarti harus anti-Islam. Trump mewakili elite ortodoks yang hidup di era global," ucap Haedar.

Bakal calon presiden utama dari Partai Republik, Donald Trump menyerukan penutupan total dan menyeluruh masuknya warga Muslim ke AS.

Hal ini adalah pernyataan paling provokatifnya dalam kampanye pencalonannya sebagai presiden AS.

Seperti dikutip dari Reuters, pernyataan Trump itu sendiri disampaikan setelah penembakan massal di California Selatan dan mengundang kritik dari mantan Wakil Presiden AS yang berasal dari Republik Dick Cheney dan sesama pesaingnya dari Partai Republik Jeb Bush. Jeb Bush malah menyebut Trump tidak waras.

Penembakan massal di San Bernardino, Kalifornia, dilakukan oleh suami istri Muslim Syed Rizwan Farook dan Tashfeen Malik. Farook dilahirkan di AS, sedangkan Tashfeen lahir di Pakistan dan datang ke AS dari Arab Saudi.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pp muhammadiyah Donald Trump

Sumber : ANTARA

Editor : Martin Sihombing

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top