Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Gubernur Banten Segera Copot Direktur Perusda PT BGD

Gubernur Banten Rano Karno akan segera mengganti Direktur Utama Perusahaan Daerah PT Banten Global Development (BGD) Ricky Tampinongkol yang menjadi tersangka oleh KPK terkait kasus dugaan suap.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 03 Desember 2015  |  17:55 WIB
Direktur PT Banten Global Development, Ricky Tampinongkol (tengah), digiring ke Rutan Cipinang, seusai diperiksa di gedung KPK, Jakarta, Rabu (2/12/2015). Ricky Tampinongkol adalah satu dari 8 orang yang tertangkap oleh penyidik KPK saat bertransaksi diduga suap terkait pembahasan Perda pembentukan Bank Pembangunan Daerah Banten, dengan barang bukti uang USD11.000 dan Rp60 juta.   - ANTARA
Direktur PT Banten Global Development, Ricky Tampinongkol (tengah), digiring ke Rutan Cipinang, seusai diperiksa di gedung KPK, Jakarta, Rabu (2/12/2015). Ricky Tampinongkol adalah satu dari 8 orang yang tertangkap oleh penyidik KPK saat bertransaksi diduga suap terkait pembahasan Perda pembentukan Bank Pembangunan Daerah Banten, dengan barang bukti uang USD11.000 dan Rp60 juta. - ANTARA

Bisnis.com, BANTEN - Gubernur Banten Rano Karno akan segera mengganti Direktur Utama Perusahaan Daerah PT Banten Global Development (BGD) Ricky Tampinongkol yang menjadi tersangka oleh KPK terkait kasus dugaan suap.

"Segera diganti. Itu nanti tugas dari komisaris," kata Rano di Serang, Rabu (3/12/2015), seusai Peringatan Hari Kesetiakawanan Nasional dan Hari Disabilitas Internasional.

Ia mengatakan untuk mencari pengganti pimpinan Perusahaan Daerah Banten ini, ia akan segera berkordinasi dengan Komisaris PT BGD dan selanjutnya komisaris akan menempuh langkah berikutnya mengganti Dirut PT BGD.

Menurutnya, PT BGD sudah sejak 2002 dibentuk oleh Pemerintah Provinsi Banten, dan jika ada desakan pembubaran dari masyarakat, maka Rano mengembalikannya kepada DPRD karena BGD adalah perusahaan daerah.

"BGD bukan perusahaan Rano Karno, BGD sudah ada sejak 2002, jadi sekali lagi BGD adalah perusahaan daerah," tegas Rano.

Ia juga mengatakan terkait pembentukan Bank Banten tetap akan dilanjutkan karena sebelumnya sudah melalui mekanisme dan prosedur sah, selain merupakan perintah dan amanat Perda yang harus dijalankan oleh gubernur.

"Bank Banten bukan punya Rano Karno. Rano Karno hanya menjalankan, selama perintah itu belum dicabut berarti harus tetap dijalankan," tukasnya.

Pemerintah Provinsi Banten memberikan penyertaan modal kepada PT BGD sekitar Rp950 miliar untuk membentuk Bank Banten.

Terakhir pada APBD 2016 Pemprov Banten memberikan penyertaan modal sekitar Rp380 miliar kepada BGD untuk memenuhi jumlah penyertaan modal pembentukan Bank Banten ini sesuai rencana, sekitar Rp950 miliar.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

gubernur banten Banten Global Development

Sumber : Antara

Editor : Fatkhul Maskur
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top