Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

KTT PARIS: Ini Kritik terhadap Pidato Jokowi

Wahana Lingkungan Indonesia (Walhi) mengkritik pidato Presiden Joko Widodo terkait dengan kerentanan pulau-pulau kecil dan kebakaran hutan serta lahan di Tanah Air
Anugerah Perkasa
Anugerah Perkasa - Bisnis.com 01 Desember 2015  |  17:41 WIB
KTT PARIS: Ini Kritik terhadap Pidato Jokowi
Bagikan
Kabar24.com, JAKARTA -- Wahana Lingkungan Indonesia (Walhi) mengkritik pidato Presiden Joko Widodo terkait dengan kerentanan pulau-pulau kecil dan kebakaran hutan serta lahan di Tanah Air.
 
Aktivis Walhi yang tengah berada di Paris,  Khalisah Khalid, menuturkan Presiden menyampaikan soal kerentanan perubahan iklim terhadap pulau-pulau kecil. Namun, sambungnya, justru konversi lahan terus terjadi.
 
"Berbagai proyek reklamasi terjadi di Indonesia, dan pulau-pulau kecil diserbu industri tambang dan sawit. Artinya, di tengah kerentanan, pemerintah terus memproduksi pembangunan berisiko tinggi," kata Khalisah dalam keterangannya, Selasa (1/12/2015).
 
Dia mengungkapkan masalah lainnya adalah target Indonesia untuk menurunkan emisi hingga 29% dalam kondisi biasa dan 41% dengan bantuan internasional hingga 2030. Di antaranya adalah melalui tata kelola hutan, energi dan maritim.
 
Namun, kata Khalisah, pemerintah justru tidak menghitung emisi dari kebakaran hutan dan lahan. Padahal, sumber emisi terbesar di Indonesia adalah dari penggunaan lahan dan hutan. 
 
" Pemerintah Indonesia harusnya mengukur ulang patokan emisi dari kejadian kebakaran hutan dan gambut, sehingga perlu menjadikan kebakaran hutan dan lahan dan juga tata kelola gambut sebagai salah satu hal yang paling mendasar," paparnya.
 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Jokowi walhi KTT PARIS
Editor : Rustam Agus
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top