Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

PENGUNGSI TIMUR TENGAH: Hamburg Izinkan Properti Kosong Tampung Pencari Suaka

Kota di Jerman utara, Hamburg, telah mengesahkan undang-undang yang mengizinkan kota tersebut mengambil alih properti-properti niaga yang sedang kosong guna dapat menampung para pencari suaka, kata pihak berwenang, Jumat (2/10/2015).
Newswire
Newswire - Bisnis.com 03 Oktober 2015  |  00:40 WIB
Migran.  - Reuters
Migran. - Reuters

Bisnis.com, BERLIN - Kota di Jerman utara, Hamburg, telah mengesahkan undang-undang yang mengizinkan kota tersebut mengambil alih properti-properti niaga yang sedang kosong guna dapat menampung para pencari suaka, kata pihak berwenang, Jumat (2/10/2015).

"Parlemen kota Hamburg mengesahkan undang-undang tersebut kemarin," kata juru bicara kota, Ulfert Kaphengst. Apartemen-apartemen pribadi tidak terkena peraturan itu.

Seperti yang terjadi di semua wilayah negara itu, Hamburg --kota kedua Jerman, sedang bergulat untuk menyediakan tempat menumpang bagi para migran.

Sebagai tujuan favorit bagi banyak migran yang tiba di Eropa, Jerman memperkirakan ada hingga satu juta migran tahun ini masuk ke negara itu.

Beberapa pihak berwenang terpaksa membangun kampung-kampung tenda guna menampung para pendatang baru ini. Namun dengan segera datangnya musim dingin, mereka sangat memerlukan penyelesaian-penyelesaian alternatif dalam upaya menangani gelombang migran.

Berlin telah mengesahkan sebuah langkah, yang memungkinkan pengambilalihan secara paksa terhadap gedung-gedung niaga.

Di Hamburg, pihak oposisi telah menentang inisiatif itu dan menyebutnya sebagai langkah yang melanggar hak-hak properti.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

krisis suriah migran

Sumber : Antara

Editor : Fatkhul Maskur

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top