Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Program Pembenahan Perkotaan Butuh Dana Rp750 Triliun

Direktoran Jenderal Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mencanangkan program 100-0-100 dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019. Adapun total dana yang dibutuhkan mencapai Rp750 triliun. n
Hafiyyan
Hafiyyan - Bisnis.com 02 Oktober 2015  |  18:58 WIB
Pemukiman kumuh di kawasan Manggarai, Jakarta. - Bisnis/Nurul Hidayat
Pemukiman kumuh di kawasan Manggarai, Jakarta. - Bisnis/Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA—Direktoran Jenderal Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mencanangkan program 100-0-100 dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019. Adapun total dana yang dibutuhkan mencapai Rp750 triliun.

Maksud program 100-0-100 adalah pemerintah berkomitmen menyediakan fasilitas air minum layak 100%, penuntasan kawasan kumuh sampai 0%, dan memberikan sarana akses sanitasi yang ideal 100%.

Direktur Keterpaduan Infrastruktur Permukiman Ditjen Cipta Karya Kementerian PUPR Dwityo Akoro Soeranto menuturkan, upaya penanganan kawasan kumuh perkotaan di Indonesia menyisakan luasan 12% atau sekitar 38.431 hektare dengan kebutuhan dana berkisar Rp750 triliun.

“Ditjen Cipta Karya sendiri hanya memiliki alokasi Rp128 triliun untuk program lima tahun tersebut,” ujarnya, Kamis (1/10/2015)

Sumber pembiayaan potensial lain yang bisa digunakan berasal dari APBD, dana hibah, dan program corporate social responsibility (CSR) perusahaan.

Tahun ini, Ditjen Cipta Karya bisa mendapatkan dana hibah Rp500 miliar, dan Rp1 triliun pada 2016. Sementara itu, beberapa perusahaan yang siap membantu melalui CSR di antaranya ialah PT Adaro Energy Tbk, Pertamina, dan PT Semen Padang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

perkotaan
Editor : Yusuf Waluyo Jati

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top