Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Gara-gara Dituduh Makan Daging Sapi Pria Ini Tewas Diamuk Massa

Seorang lelaki berusia 50 tahun terbunuh akibat amuk massa di India. Kemarahan massa meletus karena desas-desus bahwa keluarga lelaki itu menyimpan dan menyantap daging sapi di rumah mereka.
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 30 September 2015  |  16:14 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA--Isu yang berbau SARA bisa memancing kemarahan dan menyebabkan kematian.

Inilah salah satu contoh bahayanya memanfaatkan sentimen terkait suku, agama, ras, dan antargolongan atau SARA dalam kehidupan masyarakat yang heterogen.

Di India, seorang lelaki berusia 50 tahun terbunuh akibat amuk massa di India. Kemarahan massa meletus karena desas-desus bahwa keluarga lelaki itu menyimpan dan menyantap daging sapi di rumah mereka.

Pria bernama Mohammad Akhlaq itu ditendang dan dipukuli dengan batu oleh segerombolan orang di Dadri, negara bagian Uttar Pradesh, Senin lalu. Anak lelakinya yang berusia 22 tahun juga luka parah dalam serangan itu sehingga dirawat di rumah sakit.

Enam orang ditangkap, dan polisi masih menyelidiki siapa yang menyebarkan kabar burung terkait daging sapi itu.

Memang pemotongan sapi merupakan hal yang sensitif di India karena hewan itu dianggap suci oleh umat Hindu yang merupakan 80% dari 1,2 miliar penduduk India.

Uttar Pradesh adalah salah satu negara bagian yang memperketat aturan tentang hukum yang melarang pemotongan sapi, serta penjualan dan konsumsi dagingnya.

Larangan terkait daging sapi juga memicu kemarahan. Banyak kalangan mempertanyakan bagaimana bisa pemerintah menentukan apa yang boleh ada di piring makan mereka.

Keluarga Mohammad Akhlaq mengatakan, mereka hanya menyimpan daging kambing, dan bukan daging sapi di kulkas mereka. Polisi sudah membawa daging itu untuk diperiksa di laboratorium, tulis beberapa laporan media.

Sajida, anak perempuan Akhlaq yang berusia 18 tahun mengatakan lebih dari 100 warga desa mendatangi rumah mereka.

"Mereka menuduh kami menyimpan daging sapi, mendobrak pintu rumah dan memukuli ayah dan kakak lelaki saya. Ayah saya diseret keluar rumah dan dipukuli dengan bata," ujarnya sebagaimana dikutip BBC.co.uk, Rabu (30/9/2015).

Kami kemudian tahu bahwa sebelumnya ada pengumuman di sebuah kuil bahwa kami menyantap daging sapi, namun yang ada di kulkas itu daging kambing dan polisi sudah mengambilnya untuk diperiksa, ujarnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

daging sapi tuduhan

Sumber : bbc.co.uk

Editor : Saeno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top