Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ridwan Kamil Lapor ke Luhut, KAA Masih Utang Miliaran Rupiah

Wali Kota Bandung M Ridwan Kamil "curhat" (menjelaskan) sisa utang dalam pelaksanaan Peringatan Konferensi Asia Afrika (KAA) pada April 2015 ke tiga menteri Kabinet Kerja saat Rapat Koordinator Penyerapan Anggaran Pemerintah Provinsi Jawa Barat di Bandung, Selasa (22/9/2015).
Newswire
Newswire - Bisnis.com 22 September 2015  |  12:23 WIB
Wali Kota Bandung Ridwan Kamil - Antara
Wali Kota Bandung Ridwan Kamil - Antara

Kabar24.com, BANDUNG-- Wali Kota Bandung M Ridwan Kamil "curhat" (menjelaskan) sisa utang dalam pelaksanaan Peringatan Konferensi Asia Afrika (KAA) pada April 2015 ke tiga menteri Kabinet Kerja saat Rapat Koordinator Penyerapan Anggaran Pemerintah Provinsi Jawa Barat di Bandung, Selasa (22/9/2015).

"Terkait pelaksanaan KAA kemarin, itu masih ada Pak Menteri sekian persen belum dibayar. Sekian miliar kami masih ngutang ke kontraktor, EO, dan lain-lain," kata Emil, sapaan akrab Ridwan Kamil, dalam rakor yang berlangsung di Gedung Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Jawa Barat.

Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan Luhut B Panjaitan, Ketua Panitia Peringatan Konferensi Asia Afrika (KAA) ke-60, langsung merespons penjelasan Emil tersebut.

"Itu tuntas akan dibayarkan ke Anda, tapi balik ke proses. Masalah legalnya sudah saya undang BPK untuk memverifikasi dan anggarannya sudah ada dari Menteri Keuangan. Jangan khawatir. What I've promised I'll deliver to you," katanya.

Emil juga mengungkapkan bagaimana upayanya memenuhi tuntutan masyarakat terhadap dia selaku pemimpin baru sering berbenturan dengan aturan.

"Tuntutan masyarakat tinggi kepada kami pemimpin baru, di sisi lain banyak berbenturan dengan aturan," katanya.

Emil mencontohkan bahwa satu camat di Kota Bandung diperiksa aparat penegak hukum karena melakukan penunjukkan langsung dalam pengadaan spanduk KAA senilai Rp30 juta.

"Camat itu sampai harus diperiksa aparat penegak hukum hanya karena beli spanduk KAA Rp30 juta. Kenapa beli di toko a bukan di toko b," kata dia.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Konferensi Asia Afrika
Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top