Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Korban Penyanderaan di PNG Memilih Bungkam. Polisi Kesulitan Peroleh Keterangan

Kepolisian masih kesulitan meminta keterangan dua warga negara Indonesia yang menjadi korban penyanderaan kelompok bersenjata di Papua Nugini lantaran korban memilih diam ketika dimintai keterangan.
Dika Irawan
Dika Irawan - Bisnis.com 21 September 2015  |  19:49 WIB
Ilustrasi: Aparat gabungan TNI dan Polisi melakukan penjagaan di wilayah perbatasan Indonesia dan Papua Nugini di Skouw, Distrik Muara Tami, Kota Jayapura, Papua. - Antara/Indrayadi
Ilustrasi: Aparat gabungan TNI dan Polisi melakukan penjagaan di wilayah perbatasan Indonesia dan Papua Nugini di Skouw, Distrik Muara Tami, Kota Jayapura, Papua. - Antara/Indrayadi

Kabar24.com, JAKARTA -- Kepolisian masih kesulitan meminta keterangan dua warga negara Indonesia yang menjadi korban penyanderaan kelompok bersenjata di Papua Nugini lantaran korban memilih diam ketika dimintai keterangan.

"Berdasarkan pemeriksaan, mereka lebih memilih diam sehingga kita minim mendapatkan informasi dari mereka," kata Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri, Kombes Pol Suharsono di Mabes Polri, Jakarta, Senin (21/9/2015).

Suharsono mengungkapkan polisi kini berupaya melakukan pendekatan berbeda untuk dapat memperoleh keterangan korban. Menurut Suharsono keterangan korban sangat diperlukan untuk mengetahui pelaku serta motifnya.

Lebih lanjut Suharsono menambahkan kondisi kedua WNI berangsur membaik setelah berhasil dibebaskan. Ketika ditemukan korban dalam kondisi lemas karena kurangnya asupan makanan serta perjalanan jauh.

"Awal ditemukan keduanya dalam kondisi lemas karena diajak berjalan yang cukup jauh dan konsumsi makanan yang mungkin tidak sesuai dengan kedua WNI ini," kata Suharsono.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

WNI Disandera
Editor : Saeno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top