Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Volkswagen Hadapi Tuntutan US$18 Miliar

Volkswagen AG diancam membayar US$18 miliar setelah dituduh merancang mobil diesel yang menyalahi aturan. Badan Perlindungan Lingkungan Amerika Serikat memanipulasi alat kontrol emisi gas buang dari kendaraan milik Volkswagen.
Annisa Lestari Ciptaningtyas
Annisa Lestari Ciptaningtyas - Bisnis.com 20 September 2015  |  00:00 WIB
Volkswagen Hadapi Tuntutan US$18 Miliar
Volkwagen. - Bisnis.com
Bagikan

Bisnis.com, WASHINGTON—Volkswagen AG diancam membayar US$18 miliar setelah dituduh merancang mobil diesel yang menyalahi aturan. Badan Perlindungan Lingkungan Amerika Serikat memanipulasi alat kontrol emisi gas buang dari kendaraan milik Volkswagen.

“Sederhananya, kendaraan tersebut memiliki alat yang dapat mematikan alat kontrol emisi gas buang saat berjalan secara normal, dan menghidupkan kembali saat kendaraan sedang diuji emisi,” kata Cynthia Giles, penegak hukum kepada wartawan, seperti dilaporkan Reuters, Sabtu (19/9/2015).

Volkswagen dapat diancam hukuman senilai US37.500 untuk setiap kendaraannya yang menyalahi aturan dan menyebabkan polusi udara. Ada sekitar 428.000 unit mobil diesel VW dan Audi dijual sejak 2008 terlibat dalam tuduhan.

Jika setiap mobil yang terlibat ditemukan berada di ketidakpatuhan melanggar, hukuman bisa menjadi US$18 miliar. Seorang juru bicara Volkswagen enggan mengomentari kasus ini. “Kami sedang menjalani investigasi dan tidak bisa berkomentar lebih jauh saat ini.”

Badan Perlindungan Lingkunan AS menuduh Volkswagen menggunakan software di mobil diesel merek Volkswagen dan Audi dari model tahun 2009-2015. Hal itu dilakukan untuk menghindari pengujian emisi polutan udara tertentu.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

emisi tuntutan

Sumber : reuters

Editor : Fatkhul Maskur
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top