Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

LEBARAN: Keluarga Berjubel Besuk Para Tahanan KPK

Keluarga para tahanan Komisi Pemberantasan Korupsi berjubel memenuhi gedung KPK untuk membesuk pada Idul Fitri 1436 Hijriah.
News Editor
News Editor - Bisnis.com 17 Juli 2015  |  11:10 WIB
Korupsi - Ilustrasi
Korupsi - Ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA - Keluarga para tahanan Komisi Pemberantasan Korupsi berjubel memenuhi gedung KPK untuk membesuk pada Idul Fitri 1436 Hijriah.

Sekitar 50 orang yang memenuhi ruang tunggu KPK sambil mengantre untuk mendaftar agar bisa membesuk keluarga mereka. Namun hanya nama-nama yang sudah masuk dalam daftar, yang boleh masuk.

"Salat Ied untuk tahanan pria di Cipinang dan wanita di Pondok Bambu, tapi sebagian tahanan yang di Guntur memilih untuk salat di Guntur. Tahanan yang ikut salat Ied di Cipinang ada Sutan Bhatoegana, Syamsuddin Fei, Faisyar, M. Yagari Bhastara, dan Tripeni," kata Kepala Bagian Pemberitaan dan Publikasi KPK Priharsa Nugraha, Jumat (17/7/2015)..

Keluarga juga membawa sejumlah barang yang mayoritas makanan bagi para tahanan.

Barang-barang itu terlebih dulu diperiksa oleh petugas KPK dan dimasukkan dalam satu kotak transparan bertuliskan "barang kunjungan". Setiap keluarga hanya boleh membawa satu kotak yang dijejali ketupat sayur, opor, puding, kerupuk, dan makanan khas Lebaran lainnya.

Waktu kunjungan tahanan pada Jumat atau hari pertama Lebaran, pukul 09.00-11.00 WIB, sedangkan pada Sabtu (18/7/2015) pukul 10.00-12.00 WIB.

Keluarga yang membesuk tahanan di rutan gedung KPK dapat bertemu di auditorium gedung KPK, sedangkan tahanan di rutan Guntur tetap bertemu di Guntur.

Para tahanan KPK yang berada di Rutan Detasemen Polisi Militer (Denpom) Guntur Kodam Jaya, adalah mantan Menteri Agama Suryadharma Ali, mantan Ketua Komisi VII DPR dari fraksi Partai Demokrat Sutan Bhatoegana, Bupati Empat Lawang Budi Antoni Aljufri, Ketua Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Medan Tripeni Irianto Putro, mantan Wali Kota Makassar Ilham Arief Sirajuddin, Bupati Pulau Morotai Rusli Sibua.

Selain itu, mantan Wakil Kepala Korps Lalu Lintas Polri Brigjen Pol Didik Purnomo, mantan Direktur Utama PT Nindya Karya Heru Sulaksono, mantan Wakil Rektor Universitas Indonesia Tafsir Nurchamid, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga Sumatera Selatan Rizal Abdullah, mantan Sekretaris Jenderal Kementerian ESDM Waryono Karyo, anggota Komisi IV DPR dari fraksi PDI Perjuangan Adriansyah, adik ipar bekas Bupati Bangkalan Fuad Amin Imron, Abdur Rouf, dan mantan Direktur PT Bursa Berjangka Jakarta (BBJ) M. Bihar Sakti Wibowo.

Tahanan di rutan Gedung KPK, antara lain istri Bupati Empat Lawang Suzanna Budi Antoni, Kepala Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD) Musi Banyuasin Syamsudin Fei, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Musi Banyuasin Faisyar, pegawai PT Bali Pacific Pragama Dadang Prijatna, pengacara di kantor pengacara OC Kaligis, M. Yagari Bhastara alias Gerry, mantan Gubernur Papua Barnabas Suebu, dan marketing manager PT Mitra Maju Sukses Andrew Hidayat.

Selain itu, sejumlah tahanan yang dititipkan ke rutan lain, seperti mantan Menteri ESDM Jero Wacik dan mantan Direktur Pengolahan PT Pertamina Suroso Atmomartoyo di rutan Cipinang, anggota majelis hakim PTUN Medan Amir Fauzi di rutan Polres Jakarta Pusat, anggota majelis hakim PTUN Medan Dermawan Ginting di rutan Polres Jakarta Selatan, panitera/Sekretaris PTUN Medan Syamsir Yusfan dan Direktur Utama PT Traya Tirta Makassar Hengky Widjaja di rutan Polda Metro Jaya.

Ada pula mantan Bupati Bangkalan Fuad Amin yang dibantarkan oleh hakim karena harus menjalani sejumlah operasi di RS Omni Internasional Jakarta.

Di rutan Guntur juga ada tahanan non-muslim, yaitu pengacara senior Otto Cornelis Kaligis, Bupati Tapanuli Selatan non-aktif Raja Bonaran Situmeang, mantan Direktur Sumber Daya Manusia PT Media Karya Sentosa Antonius Bambang Djatmiko, mantan Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Provinsi Papua Jannes Jhon Karubaba, mantan Direktur PT Soegih Interjaya Willy Sebastian Lim, dan mantan Dirut PT BBJ Sherman Rana Krisna

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

lebaran tahanan kpk

Sumber : Antara

Editor : Yusuf Waluyo Jati
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top