Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Jelang Lebaran, 200 Toko Dimakan Api di Pasar Lubuk Buaya Padang

Dua hari menjelang Lebaran, sekitar 200 unit toko dan kios di Pasar Lubuk Buaya Kota Padang mengalami kebakaran.
Heri Faisal
Heri Faisal - Bisnis.com 16 Juli 2015  |  04:00 WIB
Jelang Lebaran, 200 Toko Dimakan Api di Pasar Lubuk Buaya Padang
Ilustrasi-Kebakaran - Antara

Bisnis.com, PADANG—Dua hari menjelang Lebaran, sekitar 200 unit toko dan kios di Pasar Lubuk Buaya Kota Padang mengalami kebakaran.

Informasi yang dihimpun Bisnis.com di lokasi, sekitar 200 toko dan kios yang menjual kebutuhan harian, pakaian, toko plastis, dan kios beras dipastikan ludes dilalap si jago merah.

“Kami menerima informasi pukul 21.30 WIB, kejadiannya sudah sejak pukul delapan lewat. Petugas langsung kami turunkan ke lokasi,” kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBD PK) Padang Dedi Henidal, Rabu (15/7/2015).

Dia menyebutkan petugas pemadam kebakaran mengalami kesulitan memadamkan api karena banyaknya barang-barang dagangan yang mudah meledak dan terbakar.

Selain itu, akses jalan menuju sumber api juga sempit, yang membuat petugas lamban bergerak. Sementara api terus melalap toko-toko lain di sekitarnya.

“Ada tiga ledakan di dalam. Lalu jalan juga sempit, jadi petugas kesulitan memadamkan api,” ujarnya.

Dia belum bisa memastikan penyebab kebakaran tersebut. BPBD PK, katanya, menyerahkan kepada pihak berwenang untuk mengusut penyebab kebakaran dan kerugian yang diderita pedagang.

Dedi mengungkapkan sebanyak 24 armada dikerahkan untuk menjinakkan api. Yakni sembilai unit armada milik Pemkot Padang, Padang Pariaman, Pariaman, Padang Panjang, Pelindo dan Solok dan 13 armada tambahan dari daerah lainnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

padang kebakaran
Editor : Hendri Tri Widi Asworo

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top