Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

OBLIGASI DAERAH: Rating Investasi Kota Balikpapan Diperingkat Ulang

Berkaitan dengan rencana penerbitan obligasi daerah, Pemerintah Kota Balikpapan akan mengajukan pemeringkatan ulang terhadap rating investasi pemerintah kota kepada PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo).
Nadya Kurnia
Nadya Kurnia - Bisnis.com 07 Juli 2015  |  11:57 WIB
Ilustrasi. - JIBI
Ilustrasi. - JIBI
Bisnis.com, BALIKPAPAN — Berkaitan dengan rencana penerbitan obligasi daerah, Pemerintah Kota Balikpapan akan mengajukan pemeringkatan ulang terhadap rating investasi pemerintah kota kepada PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo).
“Kami akan mengurus pemeringkatan ulang, karena peringkat yang kemarin kami dapat itu sudah habis masa berlakunya,” tutur Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi, Selasa (7/7/2015).
Rizal menargetkan pengurusan pemeringkatan kepada lembaga pemeringkat efek tersebut dapat mulai dilakukan tahun ini agar sesuai dengan penyusunan proyek-proyek yang akan diusulkan dalam penerbitan obligasi daerah yang ditargetkan selesai tahun depan.
Sebelumnya Pemkot Balikpapan telah mendapat peringkat A dari PT Pefindo. Meski demikian, Rizal sempat menunda rencana penerbitan obligasi daerah karena menganggap kebutuhan akan dana pinjaman dari pihak ketiga belum  mendesak.
Tahun ini Pemkot Balikpapan mulai menggodok rencana penerbitan obligasi daerah untuk mempercepat pembangunan infrastruktur dengan alasan keterbatasan dana yang dimiliki pemerintah tak mampu memaksimalkan pembangunan.
Beberapa proyek pembangunan infrastruktur yang digadang-gadang akan diusulkan dalam penerbitan obligasi daerah ini antara lain pembangunan Jembatan Teluk Balikpapan yang menghubungkan Kabupaten Penajam Paser Utara dengan Balikpapan, pembangunan segmen 2 coastal road, pembangunan jaringan pipa PDAM dan penyediaan jaringan listrik.
Dari semua proyek-proyek yang tersebut, kebutuhan pembiayaan yang dibutuhkan oleh Pemkot Balikpapan ditaksir bisa mencapai hingga Rp8,5 triliun.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

obligasi daerah
Editor : Martin Sihombing

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top