Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Akomodir Keluhan Buruh, Perppu SJSN Perlu Disiapkan

Tim Komunikasi Presiden Teten Masduki mengatakan untuk mengakomodir kemauan buruh tentang Jaminan Hari Tua idealnya membuat Peraturan Pemerintah Pengganti Undang Undang SJSN.
Akhirul Anwar
Akhirul Anwar - Bisnis.com 06 Juli 2015  |  18:42 WIB
Tim Komunikasi Presiden Teten Masduki di kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (18/6/2015). - JIBI/Akhirul Anwar
Tim Komunikasi Presiden Teten Masduki di kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (18/6/2015). - JIBI/Akhirul Anwar

Kabar24.com, JAKARTA - Tim Komunikasi Presiden Teten Masduki mengatakan untuk mengakomodir kemauan buruh tentang Jaminan Hari Tua idealnya perlu dibuatkan peraturan pemerintah pengganti undang-undang SJSN. 

Namun dengan mempertimbangkan waktu yang cukup lama, pemerintah memilih revisi PP No 46/2015 tentang Jaminan Hari Tua (JHT) dengan pengecualian bagi pekerja yang berhenti atau terkena PHK bisa mencairkan dana secepatnya.  

"Yang ideal bikin perppu tapi masalahnya nunggunya terlalu lama kan, buruhnya sudah banyak protes," katanya di kompleks Istana Kepresidenan, Senin (6/7/2015). 

UU SJSN tujuannya untuk mempersiapkan masa tua buruh ketika tidak bisa bekerja. Kemudian PP dibikin persis seperti itu. Tetapi buruh keberatan karena yang di-PHK tidak bisa mendapatkan dana JHT.  

"Ketika itu kemudian presiden bicarakan dengan Menaker dan Dirut BPJS, cari solusi. Nah, solusinya adalah PP tidak berubah, cuma dikecualikan untuk yang PHK, ini bentuk akomodasi dari presiden terhadap tuntutan buruh, enggak negatif," ujarnya. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

buruh sjsn
Editor : Yusuf Waluyo Jati
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top