Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

JK Bantah Penundaan Eksekusi Warga Perancis karena Tekanan

Wakil Presiden Jusuf Kalla membantah penangguhan eksekusi mati terpidana asal Perancis dilakukan karena tekanan dari kepala negaranya.
Lavinda
Lavinda - Bisnis.com 27 April 2015  |  14:09 WIB
Wakil Presiden Jusuf Kalla. - JIBI
Wakil Presiden Jusuf Kalla. - JIBI

Bisnis.com, JAKARTA—Wakil Presiden Jusuf Kalla membantah penangguhan eksekusi mati terpidana asal Perancis dilakukan karena tekanan dari kepala negaranya.

 Kalla mengatakan aparat kepolisian sudah menjalankan prosedur hukum yang sesuai dengan aturan. Menurut dia, penangguhan eksekusi mati terpidana kasus narkoba asal Perancis dilakukan karena menghormati hukum, bukan menghormati Perancis.

 "Kita menjalankan aturan kita, bukan menghormati negara itu. Kita harus menghormati hukum di Indonesia,”ujarnya usai pidato di Hotel Shangrila, Jakarta, Senin(27/4/2015).

 Dia menambahkan penundaan eksekusi mati murni dilakukan karena adanya upaya hukum peninjauan kembali oleh terpidana.

 “Makanya kita tunggu dulu, itu cepat saja. Kita tunggu sajalah [waktu eksekusi],”sambungnya.

 Terpidana mati warga negara Perancis, Serge Areski Atlaoui, lolos dari pelaksanaan eksekusi mati tahap II karena tengah mengajukan upaya hukum melalui pengadilan tata usaha negara (PTUN).

 Eksekusi Serge ditunda karena mengajukan banding terhadap Keputusan Presiden soal grasi ke PTUN pada menit-menit terakhir batas waktu pengajuan, Kamis 23 April 2015 pukul 16.00 WIB. 

 Sebelumnya, Presiden Perancis Francois Hollande memberi ancaman diplomatik terhadap Indonesia bila tetap mengeksekusi Serge Atlaoui.

 Ancaman konkret yang disampaikan ialah akan menarik duta besar Perancis di Indonesia, dan menyatakan tidak akan berkunjung ke Indonesia dalam jangka waktu yang tidak ditentukan.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Eksekusi Mati
Editor : Martin Sihombing

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top