Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Muliaman D Hadad, jadi Sunan Pakubuwono II dalam Pangeran Samber Nyawa

Di tengah kesibukannya yang ekstrapadat, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Muliaman Dharmansyah Hadad masih sempat main ketoprak. Kali ini lakonnya Pangeran Samber Nyowo.
Lahyanto Nadie
Lahyanto Nadie - Bisnis.com 23 April 2015  |  08:00 WIB
Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Muliaman D. Hadad
Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Muliaman D. Hadad

Bisnis.com, Jakarta - Di tengah kesibukannya yang ekstrapadat, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Muliaman Dharmansyah Hadad masih sempat main ketoprak.

"Tahun lalu juga saya ikut main ketoprak. Latihan datang terus, pekan lalu saya juga sudah latihan," katanya dalam perbincangan dengan Bisnis.com ketika latihan di gedung pertunjukan Wayang Orang Bharata di kawasan Senen, Jakarta Pusat, pada Senin (20 April 2015) malam.

Pria kelahiran di Bekasi, Jawa Barat, pada 3 April 1960, ini berperan sebagai Sunan Paku Buwono II dalam lakon Pangeran Samber Nyawa. Lulusan sarjana ekonomi dari Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia pada 1984 ini  serius menghafalkan dialog dalam skenario.

Pagelaran ketoprak jenaka bersama senior editor, masyarakat keuangan dan perbankan itu memang menghadirkan sejumlah tokoh penting negeri ini. Ada juga Halim Alamsyah, Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia yang berperan sebagai pangeran Mangkubumi.

Peran Pangeran Sambernyawa dimainkan oleh Sulasmo Lasmono, sedangkan Raden Ayu Ayu Kusumonarso diperankan oleh Aviliani. Prof. Ilya Avianti menjadi Raden Ayu Inten Ratu Bandoro, Chaterine Hadiman jadi Raden Ayu Kusumo Matahati dan Whawhien Laora jadi Nyai Emban Menggung.

Ketua Perbanas Sigit Pramono juga tampil lagi dalam lakon kali ini. Ia berperan sebagai Pangeran Natakusumo. Dari kalangan pasar modal ada Abipriyadi, Presdir Mandiri Sekuritas yang berperan sebagai Radenmas Mangkudirja.

Presiden Direktur OCBC NSIP Parwati Surjaudaja, yang berperan sebagai Rara Jamparing serius latihan menari sambil mengusung keris bersama Diah Hendraswati (Rara Tumanggul, Ritamisari (Rara Jatipuro), Siti Hasnah (Rara Jatiyoso), Reto D. Susie (Rara Sendang), Ika Laksmi (Rara Karangsari), Ayu Citawati (Rarakerten), Istiana (Rara Mayang), Susie Mellina (Rarakrisik) dan Tina Talisa yang jadi Rara Pugamel.

Produser Eksekutif Eko B. Supriyanto mengatakan bahwa pagelaran seni tradisi ketroprak ini didukung oleh OJK, Jamkrindo, BCA, Bank BRI, Bank Mandiri, Mutiarabank, Pegadaian, Perbanas, LPS dan Bank BNI. "Inilah kontribusi masyarakat keuangan Indonesia untuk  pelestarian budaya. Kalau bukan kita siapa lagi," kata Eko.
 
Ia mengandeng Adhi Budaya pimpiman Aries Mukadi yang juga tampil sebagai sutradara dalam ajang yang digelar pada 27 April di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki, Cikini, Jakarta Pusat.

Pangeran Samber Nyawa menolak perintah Pangeran Mangkubumi sehingga terjadi perang. Namun ia enggan melawan paman dan ayah mertuanya sendiri. Ketika pasukannya terkepung oleh Pasukan Mataram yang lebih besar, maka Pangeran Sambernyawa memerintahkan pasukannya untuk lolos dan menghilang dari peperangan.

Seusai perang, Pangeran Mangkubumi membicarakan janji Sunan Paku Buwono II yang akan memberikan hadiah kekuasaan dan tanah Sukowati, jika ia dapat membasmi pemberotakan Pangeran Sambernyawa. Bagaimana kisah selanjutnya? Jawabnya terlihat dalam dialog Muliaman dan Halim Alamsyah.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

muliaman d hadad
Editor : Lahyanto Nadie

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top