Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

KAA 2015: PM Singapura Kenang Lee Kuan Yew dalam Pidato di Sesi Pleno

Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong mengenang perjuangan mendiang Lee Kuan Yew mewujudkan kemerdekaan Singapura dalam pidato di Sesi Pleno Konferensi Asia Afrika 2015.
Ana Noviani
Ana Noviani - Bisnis.com 22 April 2015  |  14:02 WIB
Delegasi Asian African Senior Official Meeting (SOM) mengikuti sesi foto dalam rangkaian Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Asia Afrika 2015, di Jakarta Convention Center (JCC), Minggu (19/4/2015). Rangkaian kegiatan KTT Asia Afrika 2015 tersebut akan diikuti delegasi dari 89 Negara dan dimulai Minggu (19/4/2015) hingga Jumat (24/4/2015) di Jakarta dan Bandung. - Antara
Delegasi Asian African Senior Official Meeting (SOM) mengikuti sesi foto dalam rangkaian Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Asia Afrika 2015, di Jakarta Convention Center (JCC), Minggu (19/4/2015). Rangkaian kegiatan KTT Asia Afrika 2015 tersebut akan diikuti delegasi dari 89 Negara dan dimulai Minggu (19/4/2015) hingga Jumat (24/4/2015) di Jakarta dan Bandung. - Antara

Bisnis.com, JAKARTA-- Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong mengenang perjuangan mendiang Lee Kuan Yew mewujudkan kemerdekaan Singapura dalam pidato di Sesi Pleno Konferensi Asia Afrika 2015.

Lee Hsien Loong menuturkan KAA yang digagas oleh Presiden Indonesia Soekarno pada 1955 merupakan tonggak bersejarah bagi negara-negara Asia-Afrika, termasuk Singapura. Kendati Singapura masih tergabung dengan Malaysia pada saat itu.

Sembilan tahun pasca KAA, lanjutnya, Bapak Bangsa Singapura Lee Kuan Yew memulai advokasi untuk memerdekakan diri dari Malaysia.

"Pada 1964, ayah saya Lee Kuan Yew berdiplomasi ke Afrika menjelaskan konsep kemerdekaan. Beliau berkunjung ke tujuh belas negara Afrika selama lebih dari satu bulan," tuturnya di Jakarta Convention Center, Rabu (22/4).

Lee Hsien Loong menambahkan berkat solidaritas negara-negara sahabat di Asia dan Afrika dan dukungan PBB, Singapura berhasil memperoleh kemerdekaan pada 1965.

"Jadi saya berterimakasih kepada Asia dan Afrika, atas nama Perdana Menteri Lee Kuan Yew yang telah meninggal dunia pada satu bulan yang lalu," imbuh putra Lee Kuan Yew ini.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

lee kuan yew Konferensi Asia Afrika
Editor : Gita Arwana Cakti

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top