Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

HUKUMAN MATI TKI: DPD Minta Jokowi Harus Turun Tangan

Dewan Perwakilan Daerah (DPD) meminta Presiden Joko Widodo untuk turun tangan langsung dalam kasus eksekusi atas dua tenaga kerja Indonesia (TKI) di Arab Saudi baru-baru ini.
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 17 April 2015  |  15:49 WIB
Ilustrasi- Aliansi TKI melakukan aksi unjuk rasa menuntut Presiden Joko Widodo mencabut moratorium larangan pengiriman TKI ke Timur Tengah. - Antara
Ilustrasi- Aliansi TKI melakukan aksi unjuk rasa menuntut Presiden Joko Widodo mencabut moratorium larangan pengiriman TKI ke Timur Tengah. - Antara

Bisnis.com, JAKARTA—Dewan Perwakilan Daerah (DPD) meminta Presiden Joko Widodo untuk turun tangan langsung dalam kasus eksekusi atas dua tenaga kerja Indonesia (TKI) di Arab Saudi  baru-baru ini.

Wakil Ketua Komite III DPD, Abraham Liyanto mengatakan insiden yang memprhatinkan itu membuat masyarakat Indonesia menjadi kecewa. Pasalnya,  pemerintah Arab Sausi tidak memberi informasi awal terkait eksekusi tersebut.

Kedua TKI yang dieksekusi itu adalah Siti Zaenab Binti Duhri dan Karni Binti Medi Tarsim yang dihukum mati secara bergiliran hanya dalam waktu satu minggu ini.

“Presiden Jokowi Harus turun tangan langsung dalam kasus ini sebagaimana juga yang dilakukan oleh Filipina dan Australia atas warganya yang diancam hukuman mati di luar negeri,” ujar Abraham dalam konferensi pers di Gedung DPD, Jumat (17/4/2015). Dia menilai bentuk keterlibatan Presiden Jokowi itu bisa dalam bentuk instruksi atau langsung menghubungi pihak Kerajaan Arab Saudi.

Abraham mengatakan pemerintah tidak boleh lagi kecolongan atas kejadian tersebut. Ke depan, pemerintah diharapkan bekerja keras merubah sistem dan bertindak tegas dalam upaya melindungi TKI Indonesia yang berada di luar negeri, ujarnya.

Menurutnya, negara seharusnya tidak menjadi pemadam kebakaran yang setiap saat ada kasus baru bertindak. Harus ada upaya preventif dan promotif yang terukur dan jelas dalam mengantisipasi hal yang sama terjadi kembali, ujarnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

TKI arab saudi
Editor : Martin Sihombing

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top