Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

KAA 2015: Kesempatan Pemda Promosi Investasi

Pemerintah daerah didesak memanfaatkan Konferensi Asia-Afrika (KAA) di Kota Bandung Jawa Barat pekan depan sebagai ajang promosi investasi sehingga berdampak pada perekonomian nasional.
Adi Ginanjar Maulana, Hedi Ardhia
Adi Ginanjar Maulana, Hedi Ardhia - Bisnis.com 16 April 2015  |  15:28 WIB

Kabar24.com, BANDUNG—Pemerintah daerah didesak memanfaatkan Konferensi Asia-Afrika (KAA) di Kota Bandung Jawa Barat pekan depan sebagai ajang promosi investasi sehingga berdampak pada perekonomian nasional.

Pengamat Ekonomi dari Universitas Padjadjaran (Unpad) Poppy Rufaidah meminta kepada pemerintah daerah untuk memanfaatkan KAA di Bandung untuk meningkatkan investasi sejumlah daerah.

Oleh karena itu, baik pemerintah maupun swasta harus berperan aktif dalam memasarkan produk unggulan mereka.

"Pada saat KAA kunjungan wisatawan akan meningkat. Di kemudian hari, akan ada investasi dari mereka yang datang dan tahu akan event yang digelar," katanya, Kamis (16/4).

Kota Bandung sebagai kota tempat penyelenggaraan mendapatkan anugerah karena mereka bisa lebih leluasa memperkenalkan produk unggulan mereka mulai dari kesenian, makanan, fesyen,  hingga infrastruktur.

Meski begitu, daerah di luar Bandung tidak menutup kemungkinan untuk bisa mengambil momen untuk untuk memperkenalkan potensi investasi yang ada di daerahnya masing-masing terutama kabupaten yang ada di wilayah selatan yang unggul di bidang pariwisatanya.

Menurut dia, daerah seperti Kabupaten Pangandaran punya potensi luar biasa di bidang pariwisata. Begitu juga dengan Kota Banjar dan Kabupaten Cirebon yang terus berbenah diri.

"Pemprov Jabar harus memanfaatkan momen ini untuk memasarkan potensi seluruh kabupaten kota yang ada. Bahkan tak hanya itu, kepala daerahnya pun harus turun tangan untuk tidak ketinggalan mengambil peran," ujarnya.

Selama ini, Jepang menjadi daerah di Asia yang berinvestasi paling besar di negeri ini. Sementara itu, Jabar berkepentingan untuk menarik investor asal Korea Selatan.

Untuk itu, harus ada upaya keras untuk bisa menggaet investor yang diincarnya.

Sementara itu, Kepala Badan Promosi Pariwisata Kota Bandung Nico Lumanaw mengapresiasi kegiatan Pameran Filateli yang digelar PT Pos Indonesia dalam memeriahkan peringatan 60 tahun KAA .

Menurutnya, lewat event tersebut, komunitas pecinta filateli dari berbagai macam penjuru bisa datang ke Bandung.

"Filateli punya komunitas di seluruh dunia. Dengan adanya KAA, akan meningkatkan indeks Bandung sebagai kota besar. Terlebih Bandung telah menjadi salah satu kota wisata dunia bersama Jakarta," paparnya.

Secara terpisah, Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Jabar meminta pemerintah gencar mempromosikan agar investor tertarik menanamkan modalnya di kawasan industri Aerocity Majalengka.

Ketua Apindo Dedy Widjaja mengungkapkan pengembangan kawasan industri terutama padat karya ke seperti Aerocity belum mampu menyedot investor tinggi karena persiapan yang belum rampung.

Dia menjelaskan saat ini investor lebih memilih mencari peluang yang termudah daripada yang berbelit-belit.

“Untuk pengembangan industri kawasan industri Aerocity Majalengka belum terealisasi, karena investor masih dihadapkan oleh beberapa masalah seperti tata ruang dan lainnya,” katanya.

Dia mengungkapkan prospek kawasan industri di Jabar timur sangat cerah mengingat upah minimum kabupaten/kota (UMK) yang masih di kisaran Rp1,2 juta.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

investasi daerah KAA 2015
Editor : Rustam Agus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top