Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Wakapolri: Ledakan di Tanah Abang Mungkin Ulah Geng

Wakil Kapolri Komisaris Jenderal Badrodin Haiti menyatakan berdasarkan pemeriksaan sementara diduga bahan peledak di Tanah Abang disiapkan untuk perkelahian antar geng di wilayah tersebut.
Dika Irawan
Dika Irawan - Bisnis.com 10 April 2015  |  10:48 WIB
Ilustrasi - Jibiphoto
Ilustrasi - Jibiphoto
Kabar24.com, JAKARTA - Wakil Kapolri Komisaris Jenderal Badrodin Haiti menyatakan berdasarkan pemeriksaan sementara diduga bahan peledak di Tanah Abang disiapkan untuk perkelahian antar geng di wilayah tersebut.
 
"Kita Menduga, barang ini disiapkan untuk perkelahian antarkelompok dan geng di sana. Karena daerah itu dekat daerah Bongkaran," kata Badrodin saat ditemui seusai acara kenaikan pangkat Pejabat Polri di Gedung Rupatama, Jumat (10/4/2015).
 
Badrodin mengatakan kesimpulan tersebut masih sementara berdasarkan fakta kemudian keterangan serta mendalami latar belakang. Sehingga dia memastikan belum ada kaitan dengan aktivitas terorisme.
 
Lebih lanjut Badrodin mengatakan dari ledakan tersebut ada 49 bahan peledak yang belum meledak. Bahan itu, kata Badrodin, terdapat serbuk dan potongan paku yang sudah berkarat.
 
"Juga ada batu sebagai pemberat," kata Badrodin.
 
Calon Kapolri ini juga menuturkan lokasi sebelum terjadinya ledakan dibersihkan untuk keperluan hajatan. Disuruhlah empat orang untuk membersihkan tempat itu, kemudian menemukan bungkusan dan meledak.
 
Selain itu Badrodin menegaskan empat korban yang tenah menjalani perawatan belum ada kaitan dengan kegiatan terorisme.
 
Sebelumnya sebuah ledakan terjadi di belakang Pos Polisi Tanah Abang, Rabu (8/4/2015) lalu. Akibat ledakan diketahui empat orang mengalami luka-luka dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Kramatjati untuk menjalani perawatan secara intensif.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ledakan Tanah Abang
Editor : Yusuf Waluyo Jati

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top