Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Perang Yaman Makin Berkobar, Korban Tewas Meningkat

Pertempuran di kota Aden, Yaman semakin berkobar hingga dini hari Kamis (02/04) seiring dengan upaya kelompok Houthi menguasai kota tersebut.
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 02 April 2015  |  09:35 WIB
Situasi politik yang kian memanas di Yaman membuat Indonesia mengeluarkan travel warning. - Antara
Situasi politik yang kian memanas di Yaman membuat Indonesia mengeluarkan travel warning. - Antara

Bisnis.com, JAKARTA--Pertempuran di kota Aden, Yaman semakin berkobar hingga dini hari Kamis (02/04) seiring dengan upaya kelompok Houthi menguasai kota tersebut.

Kekhawatiran pun mencuat akan tingginya jumlah korban setelah bentrokan sengit antara pejuang milisi lokal dan pasukan pemberontak tidak terhindarkan. Sejumlah saksi melaporkan mayat bergeletakan di jalan setelah pemberontak melakukan gempuran dan melancarkan serangan dengan para penembak jitu.

Seorang juru bicara untuk lembaga bantuan Medecins Sans Frontieres (MSF) mengatakan bahwa rumah sakit di Aden telah menerima lebih dari 500 orang luka-luka dari semua pihak yang berkonflik selama dua minggu terakhir.

"Cedera terparah adalah luka tembak dan sejak pemboman terjadi kami merawat banyak orang yang menderita luka akibat ledakan," kata juru bicara MSF Marie-Elisabeth Ingres sebagaimana dikutip BBC.co.uk, Kamis (2/4/2015).

Pemberontak Houthi yang bersekutu dengan pasukan yang setia kepada mantan Presiden Ali Abdullah Saleh dilaporkan semakin menguasai Aden dan mencoba merebutnya dari kendali para pejuang yang setia kepada Presiden Abdrabbuh Mansour Hadi.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

korban tewas Perang Yaman

Sumber : bbc.co.uk

Editor : Gita Arwana Cakti

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top