Tak lagi berbisnis, Raakhee Punjabi urus orang Miskin

"Sekarang saya tidak lagi mengurus bisnis. Saya lebih banyak mengurus orang miskin yang harus diberdayakan sehingga generasi mendatang menjadi lebih baik lagi."
Lahyanto Nadie | 02 Maret 2015 16:34 WIB
Raakhee Punjabi (kiri) bersama Alissa Wahid dalam IWC Press Gathering

Bisnis.com, JAKARTA - "Sekarang saya tidak lagi mengurus bisnis. Saya lebih banyak mengurus orang miskin yang harus diberdayakan sehingga generasi mendatang menjadi lebih baik lagi." Begitu kata Rakee Punjabi, pengusaha yang berkibar dengan bendera Multivision Plus. Bisnis yang didirikan dan kembangkannya bersama sang suami, Raam Punjabi, pada 1992 dan saat ini merajai industri film dan sinetron di Tanah Air.

Saat ini, kata Raakhee yang  masih tampak cantik dan bugar itu, bisnis telah dikelola oleh anak-anaknya. "Saya lebih banyak melakukan kerja sosial yang salah satunya melalui Yayasan Seni Kehidupan [The Art of Living Foundation]."

Belakangan ini Raakhee makin sibuk karena punya hajat besar. The Art of Living Foundation akan menggelar International Women's Conference (IWC) yang ke-7 di Bali. IWC adalah upaya untuk menyatukan wanita dari seluruh dunia untuk berbagi pengalaman, pandangan, dan pelajaran tentang etika dan kepemimpinan, lingkungan, perdamaian dan dampak dari media sosial dalam kehidupan.

Raakhee begitu bersemangat ketika membahas segala persoalan perempuan. "Wanita adalah makhluk yang paling rentan, namun pada saat yang sama merupakan agen terkuat dalam membuat perubahan positif."

Pekan lalu ia mengundang Alissa Wahid, putri sulung Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid, yang kini memimpin GusDurian, Lian Gogali dari Sekolah Perempuan di Poso dan Dewi Suryaningtyas (The Art of Living Foundation) dan artis Yenny Rachman dalam diskusi yang dipandu oleh Petty S. Fatimah, Pemred dan Chief Community Officer majalah Femina.

Raakhee berceita bahwa kiprah lembaga sosial yang dipimpinnya telah banyak berbuat untuk warga masyarakat kurang mampu. Ia mengajak anak asuh Yayaan Seni Kehidupan ke Taman Safari dan Dunia Fantasi, Ancol, mengunjungi Yayasan Tuna Netra secara rutin dan memberikan sumbangan untuk membantu mengembangkan kemampuan akademis, menggandeng PT Monex Investindo menanam pohon di Gunung Merapi, mengadakan dapur umum untuk orban banjir di Lenteng Agung Jakarta Selatan dan pelatihan breath, water, sound.

Yang terakhir ini adalah program pelatihan pernafasan melalui pranayama, kesehatan, kebersihan, dan hidup secara harmonis, nilai-nilai kehidupan dan meditasi. Pelatihan ini dilakukan di Jagakarsa, Jakarta Selatan, di Yayasan Pendidikan Bangun di Jakarta Utara dan Rumah Kait di Ciawi, Bogor.
   

Tag : raam punjabi, raam punjabi
Editor : Lahyanto Nadie

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top