Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

BUDI GUNAWAN BATAL KAPOLRI: PDIP Partai Feodal

Hubungan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dengan partai pengusungnya, PDIP, dikabarkan meregang.
Nancy Junita
Nancy Junita - Bisnis.com 05 Februari 2015  |  11:08 WIB
BUDI GUNAWAN BATAL KAPOLRI: PDIP Partai Feodal
Joko Widodo dan Megawti Soekarnoputri - Jibiphoto
Bagikan

Kabar24.com, JAKARTA— Hubungan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dengan partai pengusungnya, PDIP, dikabarkan meregang.

Ini dipicu oleh kabar bahwa calon kapolri yang diusung PDIP dan KIH, Komjen Budi Gunawan (BG), batal dilantik. Kabar pembatalan ini beredar di masyarakat setelah anggota Tim Sembilan menyebut BG batal dilantik.

SIMAK: Inilah Foto Anak Kedua Shakira-Gerard Pique

Padahal, Komjen BG yang merupakan mantan ajudan Megawati Soekarnoputri saat menjabat Presiden itu mendapat dukungan dari KIH untuk dilantik sebagai kapolri.

Namun, hal ini menimbulkan reaksi penolakan keras dari massa pendukung Jokowi, dan masyarakat sipil antikorupsi. Pasalnya, Komjen BG diduga terlibat kasus gratifikasi.

Pengamat politik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Firman Noor mengatakan PDIP akan rugi bila tidak mendukung Presiden Joko Widodo (Jokowi), khususnya mengenai pembatalan pencalonan Komjen Pol Budi Gunawan (BG) sebagai Kapolri.

"Banyak orang yang percaya bahwa yang mengganggu Presiden Jokowi adalah PDI Perjuangan sendiri. PDIP harus memikirkan cara untuk menyingkirkan pandangan itu," kata Firman Noor dihubungi di Jakarta, Rabu (4/2/2015).

Firman mengatakan renggangnya hubungan antara Presiden Jokowi dengan partai pengusungnya justru akan merugikan PDIP sendiri. Partai berlambang banteng itu akan semakin tidak memiliki nilai jual.

"Pada pemilu lalu, bersama Jokowi saja hanya meraih suara tak sampai 19 persen. Apalagi ada stigma PDIP sebagai partai feodal, tidak tegas dalam pemberantasan korupsi dan berseteru dengan KPK," tuturnya.

Di sisi lain, Firman menilai Jokowi memiliki pendukung massa dan relawan yang cukup kuat. Sejak dari menjadi Wali Kota Surakarta, gubernur DKI Jakarta hingga menjadi Presiden, Jokowi memiliki relawan yang serius berusaha memenangkannya.

Karena itu, untuk menyelamatkan diri dari penghakiman publik, PDIP harus mendukung Presiden Jokowi menjadi aktor utama untuk menjadi pemimpin bangsa yang layak.

"PDIP harus mengurangi pernyataan-pernyataan yang menyudutkan Jokowi dan mengecilkan perannya sebagai Presiden. Kalau tidak, maka PDIP tidak akan bisa menyelamatkan muka di depan publik," katanya.

BACA JUGA:

Penelitian Buktikan Minum Bir Cegah Otak Pikun

Ini yang Membuat Asam Lambung Anda Naik

Tips Mencegah Asam Lambung Naik

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

komjen budi gunawan
Editor : Nancy Junita
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top