Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Serapan Anggaran 2014 Di Bali Baru 88,74%

Karena ada beberapa proyek yang gagal dijalankan, penyerapan anggaran Bali pada 2014 mencapai 88,74% atau di bawah target yang diharapkan sebesar 97%.
Feri Kristianto
Feri Kristianto - Bisnis.com 22 Januari 2015  |  20:30 WIB
Penyerapan anggaran Bali pada tahun lalu baru 88,74%. - JIBI
Penyerapan anggaran Bali pada tahun lalu baru 88,74%. - JIBI

Bisnis.com, DENPASAR -- Karena ada beberapa proyek yang gagal dijalankan, penyerapan anggaran Bali pad‎a 2014 mencapai 88,74% atau di bawah target yang diharapkan sebesar 97%.

Kepala Biro Ekonomi dan Pembangunan Setda Bali I Gede Suarjana menjelaskan‎ kendati belum mencapai target, tetapi pencapaian itu melebihi daerah-daerah lain di Indonesia yang di kisaran 84%-85%.
 
"Sudah lebih bagus, memang belum sesuai target, karena beberapa kegiatan belum bisa berjalan," jelasnya, Kamis (22/1/2015).
 
Berdasarkan data Ekbang Setda Bali, belanja langsung yang berhasil direalisasikan senilai Rp1,33 triliun dari pagu anggaran Rp1,56 triliun, sedangkan realisasi belanja tidak langsung Rp3,15 triliun, dari dianggarkan Rp3,49 triliun.
 
‎Adapun dari total 541 paket yang dilelang, hanya 530 paket yang berhasil diselesaikan. Adapun 1 paket dinyatakan gagal lelang dan 10 paket batal dilelang.
 
Sementara, satuan kerja perangkat daerah (SKPD) yang realisasi keuangan belanja langsung di bawah 80% ada 9 unit, seperti Dinas Perindustrian dan Perdagangan (disperindag), biro kesra, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), Dinas Kelautan dan Perikanan (Diskelkan), Kesbang, Biro Umum, Sekretariat DPRD dan Dinas Tenaga Kerja.
 

Suarjana mengatakan ada tiga hal yang menyebabkan penyerapan anggaran tidak sesuai ekspektasi. Pertama, ada beberapa kegiatan belum bisa berjalan karena tidak ada rekanan menawar. Kedua, beberapa proyek yang ditenderkan terpaksa tidak bisa dilanjutkan, karena jika dipaksakan akan melanggar ketentuan sehingga diulang tahun ini.

 
Ketiga, adanya perubahan mata anggaran yang harus masuk di APBD perubahan sehingga tidak dapat dilakukan pada tahun lalu.‎ Diakuinya, pengawasan di intern masing-masing SKPD masih relatif lemah, menyebabkan penyerapan rendah.
 
Selain itu, masih terdapat perencanaan pengangguran belum optimal sehingga terjadi kesalahan estimasi dalam pengalokasian dana.

 

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

penyerapan anggaran pemprov bali
Editor : Martin Sihombing

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top