Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pejabat Keamanan China Diperiksa Atas Kasus Korupsi

Partai Komunis Tiongkok, Jumat, menyelidiki Ma Jian, wakil kepala Kementerian Keamanan Negara Tiongkok, atas dugaan korupsi dan ini merupakan bagian dari upaya penumpasan korupsi yang digalakkan oleh pemerintah negara tersebut.
Redaksi
Redaksi - Bisnis.com 16 Januari 2015  |  13:57 WIB
ilustrasi
ilustrasi

Kabar24.com, BEIJING--Partai Komunis Tiongkok, Jumat, menyelidiki Ma Jian, wakil kepala Kementerian Keamanan Negara Tiongkok, atas dugaan korupsi dan ini merupakan bagian dari upaya penumpasan korupsi yang digalakkan oleh pemerintah negara tersebut.

Ma Jian disinyalir melakukan "pelanggaran disiplin yang serius" (ungkapan halus korupsi), ujar pengawas internal partai dalam halaman daring ("website") resminya seperti dilansir AFP.

Kementerian ini bertugas untuk mengumpulkan informasi intelijen dari luar negeri dan melakukan pengawasan terhadap para pemberontak Tiongkok.

Pengumuman ini merupakan lanjutan dari penyidikan atas aparat keamanan Tiongkok yang lain terutama Zhou Yongkang.

Zhou bertanggung jawab untuk kementerian keamanan dan berkarir sebagai anggota Komite Tetap Politbiro hingga pensiun pada 2012.

Dilansir AFP dari media Tiongkok, beberapa orang yang berhubungan dengan Zhou dan anggota keluarganya, temasuk banyak orang dari kepolisian dan pihak keamanan, telah ditahan sejak tahun lalu.

Media setempat melaporkan pada Kamis bahwa Zhou memiliki hubungan erat dengan Bo Xilai, mantan pejabat penting partai hingga didakwa atas kasus pembunuhan dan korupsi yang membuatnya dipenjara pada tahun 2013.

Presiden Tiongkok Xi Jinping berjanji dia akan mengusut semua kasus korupsi dari pejabat tertinggi hingga terendah, karena menurutnya tindakan kriminal itu mengancam masa depan partai.

Penyelidikan partai akan didahului tuntutan pidana yang kemudian diikuti hukuman percobaan dan jika dimungkinkan hukuman penjara.

Namun kritikus mengatakan bahwa Tiongkok gagal melindungi institusinya dari kasus korupsi. Ini dibuktikan dari rendahnya pengungkapan kepemilikan aset publik, pengadilan belum independen, kurangnya kebebasan media dan politisasi kampanye antikorupsi.

Kementerian Keamanan Negara Tiongkok sering disamakan dengan lembaga KGB di era Uni Soviet.

Li Fengzhi, mantan anggota kementerian keamanan negara yang membelot ke Amerika Serikat, mengatakan pada tahun 2009 bahwa di lembaga tersebut dia bertugas mengawasi pemberontak, kelompok spiritual dan rakyat miskin yang dirugikan negara

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kasus korupsi china
Editor : Rustam Agus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top