Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

ISIS SANDERA WARGA AUSTRALIA: Ini Dia Wajah Pelaku Sandera Yang Terekam Kamera

Channel News 7, media Australia, berhasil menangkap gambar wajah teroris yang menyerang kafe di Kota Sydney. Teroris, tampak telah berusia uzur, berjanggut, dan memakai ikat kepala berlambang jihad.
Mia Chitra Dinisari
Mia Chitra Dinisari - Bisnis.com 15 Desember 2014  |  11:04 WIB
Wajah pelaku sandera Sydney - 7newschannel.com
Wajah pelaku sandera Sydney - 7newschannel.com

Bisnis.com, SYDNEY—Channel News 7, media Australia, berhasil menangkap gambar wajah teroris yang menyerang kafe di Kota Sydney. Teroris, tampak telah berusia uzur, berjanggut, dan memakai ikat kepala berlambang jihad.

Namun demikian belum diketahui identitas resmi dari sang terduga teroris. Hingga kini, dia bersama sejumlah rekanya masih terus menyandera sekitar 50 pengunjung kafe.

Sebelumnya, Perdana Menteri (PM) Australia, Tony Abbott, telah angkat bicara soal insiden Sydney. Dia mengecam sekaligus mengajak warga untuk berdoa, agar para sandera dapat bebas dengan selamat.

"Insiden di Martin Place jelas sangat memprihatinkan, tetapi semua warga Australia harus diyakinkan bahwa lembaga penegak hukum dan keamanan kami yang terlatih dan dilengkapi sedang menangani ini secara menyeluruh dan profesional," tulisnya dalam dua kicauan terpisah.

PM Abbott juga mengaku tidak mengetahui apa motivasi pelaku penyanderaan.

"Australia adalah masyarakat yang damai, terbuka, dan murah hati. Tidak ada hal yang boleh mengubah hal tersebut dan itu sebabnya saya mengajak semua orang Australia hari ini untuk tetap beraktivitas seperti biasa," ujarnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sydney ISIS

Sumber : 7newschannel

Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top