Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Berkah Dari Tren Pasar Batu Akik

Batu akik atau batu alam kini menjadi tren di kalangan masyarakat, terutama pria. Tak heran, pedagang batu akik keliling kini bertebaran di sudut-sudut Jakarta.
Rivki Maulana
Rivki Maulana - Bisnis.com 12 Desember 2014  |  21:22 WIB

Bisnis.com, JAKARTA - Batu akik atau batu alam kini menjadi tren di kalangan masyarakat, terutama pria. Tak heran, pedagang batu akik keliling kini bertebaran di sudut-sudut Jakarta.

Faisal, pedagang batu keliling yang biasa mangkal di Lapangan Banteng dan Istiqlal, mengatakan, tren batu akik mulai terasa sejak tiga bulan silam. "Terutama black jade (giok hitam) dari Aceh," ujarnya saat ditemui Bisnis di pelataran Masjid Istiqlal, Jakarta, (12/12/2014).
 
Menurut Faisal, batu giok hitam dari Aceh menjadi tenar karena pengaruh artis Korea. Ia mengaku batu jenis ini paling banyak dicari pelanggannya. Selain batu Aceh, dia juga menjual batu akik dari Banten.
 
Soal harga, dia tak memasang tarif tertentu. "Ini kan soal selera, kalau batu kurang bagus dihargain mahal gak pantes juga," ujarnya.
 
Faisal menawarkan batu kasar dan batu yang sudah dibentuk menjadi hiasan cincin. Untuk batu akik yang sudah dibentuk, Faisal membanderol paling murah Rp 20.000 sedangkan yang paling mahal mencapai Rp 150.000
 
Ia menerangkan, sebagian barang jualannya dipasok dari sentra batu mulia di Pasar Rawa Bening. Faisal mengimbukan, dia hanya membeli batu yang relatif terjangkau untuk pelanggannya. "Kalau zamrud gitu enggak lah, gak cukup," katanya.
 

Sebelum berjualan di Istiqlal, Faisal menggelar lapak di Lapangan Monas. Namun, sejak ada larangan berjualan di sana, dia pindah. "Waktu di Monas sehari bisa sejuta, sekarang berkurang tapi alhamdulillah rezeki ada yang ngatur," jelasnya

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

cincin
Editor : Martin Sihombing

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top